
Ilustrasi tujuh perilaku yang sering ditemukan pada orang-orang sukses yang kesulitan untuk benar-benar menikmati hidup mereka yang penuh pencapaian.
JawaPos.com - Kesuksesan bisa menjadi hal yang sulit. Di satu sisi, Anda berada di puncak karir, meraih tujuan, dan melampaui target. Namun, di sisi lain, terkadang semakin tinggi Anda mendaki maka semakin sepi pula hidup Anda.
Anehnya, banyak orang yang sangat 'sukses' sering kali kesulitan untuk benar-benar menikmati hidup. Ada paradoks dalam mencapai ambisi namun tetap merasa tidak puas atau perasaan tidak terpenuhi.
Dilansir dari Geediting, inilah tujuh perilaku yang sering ditemukan pada orang-orang sukses yang kesulitan untuk benar-benar menikmati hidup mereka yang penuh pencapaian.
1. Keinginan terus-menerus untuk lebih
Kesuksesan terkadang bisa menjadi sesuatu yang tidak pernah terpuaskan. Tidak peduli prestasi apa yang telah diraih, selalu ada keinginan yang membara untuk meraih lebih banyak lagi.
Ini adalah perilaku umum di antara orang-orang yang sangat 'sukses' tetapi berjuang untuk benar-benar menikmati hidup. Meskipun mereka berprestasi, mereka terus-menerus mengejar hal besar berikutnya, tidak pernah berhenti untuk menghargai apa yang telah mereka capai.
Keinginan terus-menerus untuk mendapatkan lebih sering kali dapat menyebabkan perasaan tidak puas dan gelisah, sehingga menutupi kegembiraan atas keberhasilan mereka.
Meskipun ambisi bukanlah hal yang buruk, gagal menemukan kepuasan dalam pencapaian seseorang dapat menyebabkan kurangnya kenikmatan dalam hidup.
2. Tidak bisa lepas dari pekerjaan
Dalam upaya meraih kesuksesan, mereka merasa tidak dapat melepaskan diri dari pekerjaan. Baik itu sesi revisi larut malam untuk klien yang tinggal di belahan dunia lain atau bertukar pikiran tentang strategi baru untuk pertumbuhan bisnis di akhir pekan, pekerjaan selalu ada dalam pikirannya.
Akhir pekan bukan lagi tentang relaksasi dan peremajaan. Sebaliknya, akhir pekan berubah menjadi hari kerja yang panjang dengan pengaturan kantor yang berbeda. Hasilnya, mereka merasakan klelahan dan perasaan tidak puas yang terus-menerus meskipun semua kesuksesan profesional telah diraih.
Mereka memang sukses, tetapi tidak benar-benar menikmati hidup. Butuh waktu dan introspeksi untuk memahami bahwa tidak bisa melepaskan diri dari pekerjaan menghalangi mereka untuk menikmati hasil jerih payahnya.
3. Kurangnya kesadaran
Di tengah pusaran kesuksesan dan pencapaian yang konstan, mudah untuk kehilangan kontak dengan momen saat ini. Ini adalah perilaku umum yang sering ditunjukkan oleh individu sukses yang berjuang untuk menikmati hidup, yaitu kurangnya kesadaran.
Secara sederhana, mindfulness adalah praktik untuk terlibat sepenuhnya pada saat ini. Ini tentang menghargai saat ini, daripada terus-menerus mengkhawatirkan tujuan masa depan atau berkutat pada pencapaian masa lalu.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
