Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 22.11 WIB

Orang-orang yang Sangat 'Sukses' Tetapi Kesulitan untuk Benar-benar Menikmati Hidup Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku ini

Ilustrasi tujuh perilaku yang sering ditemukan pada orang-orang sukses yang kesulitan untuk benar-benar menikmati hidup mereka yang penuh pencapaian. - Image

Ilustrasi tujuh perilaku yang sering ditemukan pada orang-orang sukses yang kesulitan untuk benar-benar menikmati hidup mereka yang penuh pencapaian.

JawaPos.com - Kesuksesan bisa menjadi hal yang sulit. Di satu sisi, Anda berada di puncak karir, meraih tujuan, dan melampaui target. Namun, di sisi lain, terkadang semakin tinggi Anda mendaki maka semakin sepi pula hidup Anda.

Anehnya, banyak orang yang sangat 'sukses' sering kali kesulitan untuk benar-benar menikmati hidup. Ada paradoks dalam mencapai ambisi namun tetap merasa tidak puas atau perasaan tidak terpenuhi.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh perilaku yang sering ditemukan pada orang-orang sukses yang kesulitan untuk benar-benar menikmati hidup mereka yang penuh pencapaian.

1. Keinginan terus-menerus untuk lebih

Kesuksesan terkadang bisa menjadi sesuatu yang tidak pernah terpuaskan. Tidak peduli prestasi apa yang telah diraih, selalu ada keinginan yang membara untuk meraih lebih banyak lagi.

Ini adalah perilaku umum di antara orang-orang yang sangat 'sukses' tetapi berjuang untuk benar-benar menikmati hidup. Meskipun mereka berprestasi, mereka terus-menerus mengejar hal besar berikutnya, tidak pernah berhenti untuk menghargai apa yang telah mereka capai.

Keinginan terus-menerus untuk mendapatkan lebih sering kali dapat menyebabkan perasaan tidak puas dan gelisah, sehingga menutupi kegembiraan atas keberhasilan mereka.

Meskipun ambisi bukanlah hal yang buruk, gagal menemukan kepuasan dalam pencapaian seseorang dapat menyebabkan kurangnya kenikmatan dalam hidup.

2. Tidak bisa lepas dari pekerjaan

Dalam upaya meraih kesuksesan, mereka merasa tidak dapat melepaskan diri dari pekerjaan. Baik itu sesi revisi larut malam untuk klien yang tinggal di belahan dunia lain atau bertukar pikiran tentang strategi baru untuk pertumbuhan bisnis di akhir pekan, pekerjaan selalu ada dalam pikirannya.

Akhir pekan bukan lagi tentang relaksasi dan peremajaan. Sebaliknya, akhir pekan berubah menjadi hari kerja yang panjang dengan pengaturan kantor yang berbeda. Hasilnya, mereka merasakan klelahan dan perasaan tidak puas yang terus-menerus meskipun semua kesuksesan profesional telah diraih.

Mereka memang sukses, tetapi tidak benar-benar menikmati hidup. Butuh waktu dan introspeksi untuk memahami bahwa tidak bisa melepaskan diri dari pekerjaan menghalangi mereka untuk menikmati hasil jerih payahnya.

3. Kurangnya kesadaran

Di tengah pusaran kesuksesan dan pencapaian yang konstan, mudah untuk kehilangan kontak dengan momen saat ini. Ini adalah perilaku umum yang sering ditunjukkan oleh individu sukses yang berjuang untuk menikmati hidup, yaitu kurangnya kesadaran.

Secara sederhana, mindfulness adalah praktik untuk terlibat sepenuhnya pada saat ini. Ini tentang menghargai saat ini, daripada terus-menerus mengkhawatirkan tujuan masa depan atau berkutat pada pencapaian masa lalu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore