Ilustrasi: Perilaku yang tidak pernah ditoleransi oleh orang dewasa secara emosional dalam Hubungan, menurut psikologi.(Freepik)
JawaPos.com - Menavigasi lautan luas hubungan romantis bisa seperti berjuang melewati badai tanpa kompas-terkadang berantakan, membingungkan, dan benar-benar menakutkan.
Saya juga pernah ke sana, di tengah lautan badai, mencoba memahami mengapa perilaku tertentu tidak cocok dengan saya.
Sekarang, setelah bertahun-tahun melakukan penelitian dan pengalaman pribadi, saya menyadari bahwa ada perilaku tertentu yang tidak dapat ditoleransi oleh individu yang matang secara emosional dalam suatu hubungan.
Dan tidak, ini bukan tentang pemeliharaan tinggi atau menuntut kesempurnaan dari mitra kami. Ini tentang memahami nilai kita dan menolak untuk menerima sesuatu yang kurang.
Ini tentang menyadari bahwa batasan yang sehat sangat penting untuk menjaga hubungan yang seimbang. Dikutip dari geediting pada Kamis (13/3), berikut ini adalah pandangan saya tentang 4 perilaku yang tidak pernah ditoleransi oleh orang dewasa secara emosional dalam hubungan, didukung oleh psikologi lama yang baik. Siapkan jaket pelampung Anda, dan mari selami!
1) Rasa tidak hormat adalah zona larangan bepergian
Dalam hal perilaku yang tidak akan kita toleransi dalam suatu hubungan, rasa tidak hormat berada di urutan teratas daftar.
Sekarang, mari kita luruskan di sini. Kami tidak berbicara tentang ketidaksepakatan atau pertengkaran sesekali, itu normal dalam hubungan apa pun dan sebenarnya bisa sehat jika ditangani dengan benar.
Apa yang kami maksud di sini adalah pola sikap tidak hormat yang terus-menerus. Ini bisa terwujud dalam berbagai cara-meremehkan komentar, kritik terus-menerus, atau bahkan mengejek keyakinan dan nilai Anda.
Sebagai individu yang matang secara emosional, kita tahu nilai kita. Kami memahami bahwa rasa hormat adalah landasan dari setiap hubungan yang sehat, dan tanpanya, segala sesuatunya dapat dengan cepat hancur.
Melihat pola rasa tidak hormat yang konsisten dari pasangan kita, itu adalah tanda bahaya yang jelas bagi kita. Ini adalah indikator bahwa ada sesuatu yang salah dan perlu segera diperhatikan.
2) Gangguan komunikasi adalah bendera merah besar
Saya ingat dengan jelas bagaimana dalam salah satu hubungan saya di masa lalu, saya dan pasangan akan berdebat tanpa akhir di mana kami berdua hanya ingin menang, daripada benar-benar mencoba memahami sudut pandang satu sama lain. Rasanya seperti kami berbicara dalam bahasa yang berbeda.
Saya juga ingat perawatan diam yang ditakuti yang berlangsung selama berhari-hari. Ketegangannya teraba, dan kurangnya komunikasi mencekik. Seolah-olah kita terjebak dalam lingkaran kesalahpahaman dan kebingungan yang terus-menerus, tanpa jalan keluar yang terlihat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
