
Pikiran yang menandakan sedang quarter life crisis menurut psikologi
JawaPos.com – Quarter life crisis adalah fase penuh kebingungan yang sering dialami saat seseorang mulai mempertanyakan arah hidup, karier, dan hubungan mereka.
Dalam psikologi, krisis ini ditandai dengan munculnya berbagai pikiran yang berulang, seperti merasa tertinggal dari teman sebaya, takut membuat keputusan yang salah, atau mempertanyakan makna hidup.
Jika kamu sering mengalami pikiran seperti ini secara terus-menerus, bisa jadi kamu sedang berada dalam fase quarter life crisis dan butuh cara untuk mengatasinya.
Dilansir dari geediting.com pada Rabu (12/3), diterangkan bahwa terdapat enam pikiran yang menandakan seseorang sedang quarter life crisis menurut psikologi.
1. Merasa tidak tahu arah hidup
Kecemasan ini sering muncul setelah melihat orang lain yang tampaknya sudah memiliki karir sukses atau pengalaman hidup yang menarik di media sosial.
Menurut para psikolog, perasaan ini berasal dari kesenjangan antara ekspektasi dan kenyataan yang dihadapi.
Sekitar 77% generasi milenial merasa tertinggal dalam pencapaian tonggak kehidupan dibandingkan dengan teman sebaya mereka.
Ketidakpastian bukanlah kegagalan pribadi, melainkan bagian alami dari proses eksplorasi diri.
Fase ini merupakan masa pengujian berbagai jalur karir, hubungan, dan nilai-nilai personal yang meskipun terasa tidak menentu, justru menjadi landasan penting untuk pertumbuhan.
Daripada melihatnya sebagai krisis, lebih baik memandangnya sebagai tahap pembelajaran yang berharga.
Salah satu cara mengatasi perasaan ini adalah dengan menetapkan tujuan-tujuan kecil yang dapat berfungsi sebagai penunjuk arah dalam perjalanan hidup.
Langkah-langkah kecil dapat membangun momentum yang akhirnya meredakan ketidakpastian yang lebih besar.
2. Merasa tertinggal dari orang lain
Pemikiran ini sering muncul setelah bertemu dengan teman lama atau melihat cerita kesuksesan orang lain di media sosial.
Data dari National Institute of Mental Health menunjukkan bahwa kebiasaan membandingkan diri dapat meningkatkan respons stres dan bahkan berkontribusi pada gejala depresi ringan jika dilakukan secara kronis.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
