
Ilustrasi penyebab seseorang menjadi people pleaser (prostooleh/freepik.com)
JawaPos.com - Mengenali apa yang mendorong kebiasaanmu untuk terus-menerus menyenangkan orang lain, kamu bisa mulai memahami akar masalahnya dan mencari cara mengatasinya.
Proses ini melibatkan pemahaman tentang mengapa kamu merasa perlu selalu memenuhi harapan orang lain, dan bagaimana hal itu mempengaruhi kesejahteraanmu.
Tujuan akhirnya adalah menemukan keseimbangan yang sehat, di mana kamu bisa tetap berbaik hati dan membantu orang lain, namun tanpa mengabaikan kebahagiaan dan kesehatan mentalmu sendiri.
Merangkum Calm, berikut beberapa penyebab seseorang menjadi people pleaser yang membuatnya sulit menolak banyak hal dari orang lain.
1. Insecure
Kadang-kadang, ketidakpastian mengenai diri sendiri dapat membuat kita mencari pengakuan atau persetujuan dari orang lain. Ketika merasa kurang percaya diri, maka kita cenderung berpikir bahwa satu-satunya cara untuk diterima atau disukai adalah dengan membuat orang lain merasa bahagia.
Perasaan ini bisa mempengaruhi cara kita bertindak dan berinteraksi dengan orang lain sebab kita sering merasa bahwa kebahagiaan orang lain merupakan kunci mendapatkan rasa diterima dan dihargai. Namun, kamu patut menyadari bahwa rasa percaya diri yang sejati berasal dari dalam diri kita, bukan dari pengakuan eksternal.
2. Pengalaman masa lalu
Jika kamu pernah merasakan kebahagiaan atau menerima pujian ketika mengutamakan orang lain, itu mungkin telah mengajarkanmu untuk menghubungkan sikap people pleaser dengan mendapatkan kasih sayang dan persetujuan.
Perasaan dicintai atau dihargai yang muncul saat kamu berfokus pada kebahagiaan orang lain mampu menciptakan pola tertentu, di mana kamu merasa bahwa satu-satunya cara merasa baik tentang diri sendiri adalah dengan membuat orang lain merasa senang. Ini bisa menjadi kebiasaan yang mengarah pada pencarian pengakuan eksternal guna merasakan nilai diri, bahkan apabila itu berarti mengorbankan kebutuhan dan perasaan pribadi.
3. Perfeksionis
Apabila kamu terus-menerus berupaya menjadi sempurna dalam setiap aspek hidupmu, hal ini dapat memengaruhi kualitas hubunganmu dengan orang lain. Keinginan demi mencapai kesempurnaan seringkali mendorong dirimu supaya terus berusaha menyenangkan orang lain, bahkan dengan cara yang merugikan diri sendiri.
Kamu mungkin merasa terpaksa agar selalu mengatakan "ya" pada segala permintaan dan berusaha memenuhi standar yang sebenarnya tidak realistis. Kebiasaan ini tidak hanya melelahkan secara fisik dan emosional, tetapi juga dapat membuatmu kehilangan diri sendiri dalam upaya demi memenuhi harapan yang terlalu tinggi dari orang lain.
4. Harga diri rendah
Rasa rendah diri umumnya menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perilaku menyenangkan orang lain. Ketika tidak menghargai diri sendiri, kamu mungkin merasa bahwa kebutuhan dan pendapatmu tidak begitu penting dibandingkan dengan orang lain. Perasaan ini bisa memicu pola di mana kamu terus-menerus mengutamakan kepentingan orang lain, bahkan jika itu berarti mengabaikan keinginan dan perasaan pribadimu.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
