
ilustrasi 6 Shio yang Paling Disegani dan Dihormati: Karisma, Kekuatan, dan Pengaruh Besar dalam Kehidupan Sosial / freepik
JawaPos.com - Izinkan saya untuk menarik garis antara bersikap akomodatif dan menerima begitu saja. Perbedaannya? Rasa hormat.
Ketika Anda selalu menjadi orang yang “selalu ada”, orang lain akan mudah melupakan nilai Anda. Mereka mengharapkan Anda untuk selalu ada di sana, melakukan apa yang mereka butuhkan tanpa berpikir panjang.
Sekarang, jangan salah paham. Menjadi orang yang dapat diandalkan itu bagus. Namun, jika sudah menjadi kebiasaan, orang lain bisa saja mulai mengambil keuntungan dari kebaikan Anda.
Untuk mencegah hal ini, ada beberapa kebiasaan yang harus Anda lepaskan. Dengan cara ini, Anda mengajari orang lain cara menghargai Anda dan usaha Anda.
Dikutip dari geediting pada Senin (10/3), berikut 5 kebiasannya yang harus Anda tinggalkan jika Anda tidak ingin orang lain meremehkan Anda.
1) Selalu setuju
Anda mungkin pernah mendengar ungkapan, “Yes Man”. Ini mengacu pada seseorang yang selalu setuju dengan orang lain, apa pun yang diminta dari mereka. Ini adalah salah satu cara tercepat untuk diterima begitu saja.
Ketika Anda selalu mengiyakan, orang-orang mulai melihat Anda sebagai seseorang yang tidak memiliki batasan pribadi. Anda menjadi pilihan yang mudah bagi mereka, orang yang bisa mereka limpahkan tugas tanpa khawatir mendengar kata 'tidak'.
Namun, ini bukan tentang menjadi konfrontatif atau tidak menyenangkan. Ini tentang memahami bahwa tidak apa-apa untuk mengatakan 'tidak' ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan Anda.
Dengan menetapkan batasan, Anda menunjukkan kepada orang lain bahwa waktu, perasaan, dan usaha Anda sangat berharga. Dengan cara ini, Anda menumbuhkan rasa hormat dan memastikan bahwa orang lain tidak menganggap Anda remeh.
Ingat, tidak masalah untuk memprioritaskan kebutuhan dan keinginan Anda. Jadi, pastikan untuk mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan ini.
2) Terlalu banyak berkomitmen
Saya akan jujur pada Anda - saya dulu adalah seorang yang terlalu banyak berkomitmen. Jika seseorang meminta saya untuk melakukan sesuatu, saya akan mengatakan ya bahkan sebelum mempertimbangkan apakah saya punya waktu atau energi untuk melakukannya.
Saya pikir saya sedang membantu, namun yang tidak saya sadari adalah bahwa saya menyiapkan diri saya untuk dianggap remeh. Orang-orang mulai mengharapkan saya untuk selalu ada di sana, untuk selalu mengulurkan tangan, terlepas dari kewajiban atau rencana pribadi saya.
Suatu hari, saya begitu kewalahan dengan tugas-tugas orang lain sehingga saya hampir tidak punya waktu untuk diri saya sendiri. Saya merasa lelah, tidak dihargai, dan sejujurnya, agak kesal. Saat itulah saya menyadari bahwa ada sesuatu yang harus diubah.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
