Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Maret 2025 | 13.50 WIB

Jika Anda Tdak Ingin Orang Lain Menganggap Anda Remeh, Ucapkan Selamat Tinggal pada Kebiasaan-kebiasaan Ini

ilustrasi 6 Shio yang Paling Disegani dan Dihormati: Karisma, Kekuatan, dan Pengaruh Besar dalam Kehidupan Sosial / freepik - Image

ilustrasi 6 Shio yang Paling Disegani dan Dihormati: Karisma, Kekuatan, dan Pengaruh Besar dalam Kehidupan Sosial / freepik

JawaPos.com - Izinkan saya untuk menarik garis antara bersikap akomodatif dan menerima begitu saja. Perbedaannya? Rasa hormat.

Ketika Anda selalu menjadi orang yang “selalu ada”, orang lain akan mudah melupakan nilai Anda. Mereka mengharapkan Anda untuk selalu ada di sana, melakukan apa yang mereka butuhkan tanpa berpikir panjang.

Sekarang, jangan salah paham. Menjadi orang yang dapat diandalkan itu bagus. Namun, jika sudah menjadi kebiasaan, orang lain bisa saja mulai mengambil keuntungan dari kebaikan Anda.

Untuk mencegah hal ini, ada beberapa kebiasaan yang harus Anda lepaskan. Dengan cara ini, Anda mengajari orang lain cara menghargai Anda dan usaha Anda.

Dikutip dari geediting pada Senin (10/3), berikut 5 kebiasannya yang harus Anda tinggalkan jika Anda tidak ingin orang lain meremehkan Anda.

1) Selalu setuju

Anda mungkin pernah mendengar ungkapan, “Yes Man”. Ini mengacu pada seseorang yang selalu setuju dengan orang lain, apa pun yang diminta dari mereka. Ini adalah salah satu cara tercepat untuk diterima begitu saja.

Ketika Anda selalu mengiyakan, orang-orang mulai melihat Anda sebagai seseorang yang tidak memiliki batasan pribadi. Anda menjadi pilihan yang mudah bagi mereka, orang yang bisa mereka limpahkan tugas tanpa khawatir mendengar kata 'tidak'.

Namun, ini bukan tentang menjadi konfrontatif atau tidak menyenangkan. Ini tentang memahami bahwa tidak apa-apa untuk mengatakan 'tidak' ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan Anda.

Dengan menetapkan batasan, Anda menunjukkan kepada orang lain bahwa waktu, perasaan, dan usaha Anda sangat berharga. Dengan cara ini, Anda menumbuhkan rasa hormat dan memastikan bahwa orang lain tidak menganggap Anda remeh.

Ingat, tidak masalah untuk memprioritaskan kebutuhan dan keinginan Anda. Jadi, pastikan untuk mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan ini.

2) Terlalu banyak berkomitmen

Saya akan jujur pada Anda - saya dulu adalah seorang yang terlalu banyak berkomitmen. Jika seseorang meminta saya untuk melakukan sesuatu, saya akan mengatakan ya bahkan sebelum mempertimbangkan apakah saya punya waktu atau energi untuk melakukannya.

Saya pikir saya sedang membantu, namun yang tidak saya sadari adalah bahwa saya menyiapkan diri saya untuk dianggap remeh. Orang-orang mulai mengharapkan saya untuk selalu ada di sana, untuk selalu mengulurkan tangan, terlepas dari kewajiban atau rencana pribadi saya.

Suatu hari, saya begitu kewalahan dengan tugas-tugas orang lain sehingga saya hampir tidak punya waktu untuk diri saya sendiri. Saya merasa lelah, tidak dihargai, dan sejujurnya, agak kesal. Saat itulah saya menyadari bahwa ada sesuatu yang harus diubah.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore