
Ilustrasi seseorang yang melebih-lebihkan penyakit atau rasa sakit untuk mencari simpati. (Freepik).
JawaPos.com - Orang yang melebih-lebihkan penyakit atau rasa sakit untuk mencari simpati sering kali tidak menyadari apa yang mereka lakukan.
Mereka mungkin benar-benar merasakan ketidaknyamanan, tetapi dorongan untuk membesar-besarkan keluhan bisa berakar dari kebutuhan emosional yang lebih dalam.
Menurut psikologi, dilansir dari Hack Spirit pada Minggu (9/3), ada beberapa ciri psikologis yang umum dimiliki oleh mereka yang memiliki kecenderungan ini. Ciri-ciri ini tidak selalu bermakna negatif, tetapi menunjukkan bagaimana seseorang mencari hubungan dan validasi dari orang lain.
1. Mereka Butuh Validasi dan Kepastian
Setiap orang ingin merasa diperhatikan dan dihargai. Namun, bagi sebagian orang, kebutuhan ini jauh lebih mendalam. Mereka mencari kepastian terus-menerus mengenai nilai diri mereka, perjuangan mereka, atau seberapa peduli orang lain terhadap mereka.
Melebih-lebihkan rasa sakit bisa menjadi cara bawah sadar untuk memenuhi kebutuhan ini. Ketika mereka menerima simpati dan perhatian, mereka merasa dihargai dan penting di mata orang lain.
2. Mengaitkan Perhatian dengan Penderitaan
Beberapa orang tumbuh dalam lingkungan di mana perhatian dan kasih sayang hanya diberikan saat mereka sakit atau mengalami masalah. Akibatnya, mereka mengaitkan rasa sakit dengan cara untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.
Ketika merasa diabaikan atau tidak yakin dengan posisi mereka di kehidupan seseorang, mereka mungkin membesar-besarkan keluhan fisik agar kembali menjadi pusat perhatian.
3. Lebih Rentan terhadap Gejala Psikosomatis
Koneksi antara pikiran dan tubuh sangatlah kuat. Ketika seseorang mengalami stres atau kecemasan, tubuh mereka dapat merespons dengan gejala fisik nyata seperti sakit kepala, nyeri otot, atau masalah pencernaan.
Orang yang sering melebih-lebihkan rasa sakit biasanya mengalami ketidaknyamanan nyata yang diperparah oleh keadaan emosional mereka. Pikiran mereka memperkuat rasa sakit, membuat mereka semakin yakin ada yang salah.
4. Memiliki Ketakutan Mendalam Akan Diabaikan
Ketakutan untuk diabaikan bisa menjadi pendorong utama perilaku ini. Mereka ingin diyakinkan bahwa mereka penting dan diperhatikan. Jika tidak mendapat perhatian secara alami, mereka bisa menggunakan keluhan fisik sebagai cara memastikan orang lain memperhatikan dan peduli pada mereka.
5. Kesulitan Mengungkapkan Kebutuhan Emosional Secara Langsung

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
