Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 22.44 WIB

Ladies Wajib Tahu! Jika Seorang Pria Menggunakan 5 Frasa Ini dalam Percakapan, Dia Ahli dalam Memanipulasi Emosi

Ilustrasi - Pria yang ahli memanipulasi pada teman wanitannya. (Drazen Zigic-Freepik) - Image

Ilustrasi - Pria yang ahli memanipulasi pada teman wanitannya. (Drazen Zigic-Freepik)

JawaPos.com - Beberapa orang hebat dalam berkomunikasi-tetapi tidak selalu dengan cara yang baik. Ada garis tipis antara menjadi persuasif dan manipulatif, dan manipulator emosional tahu persis bagaimana mengaburkan garis itu.

Perbedaan utamanya? Kontrol. Orang yang manipulatif tidak mencoba untuk melakukan percakapan yang terbuka; mereka mencoba untuk mengarahkan segala sesuatunya sesuai keinginan mereka, sering kali tanpa Anda sadari. Mereka memelintir kata-kata, mempermainkan emosi, dan membuat Anda mempertanyakan diri sendiri-semua itu dilakukan agar terlihat masuk akal.

Jika seorang pria secara konsisten menggunakan frasa tertentu dalam percakapan, itu adalah tanda bahaya bahwa dia ahli dalam manipulasi emosi. Dikutip dari geediting pada Kamis (6/3), berikut adalah sembilan frasa yang harus diwaspadai.

1) “Kamu terlalu sensitif”

Ini adalah frasa klasik yang digunakan oleh manipulator emosional untuk menepis perasaan Anda dan membuat Anda mempertanyakan reaksi Anda sendiri. Alih-alih mengakui emosi Anda, mereka membalikkan naskah dan membuatnya seolah-olah Anda yang menjadi masalah.

Ini adalah bentuk gaslighting-secara halus membuat Anda meragukan diri sendiri sehingga mereka tidak perlu bertanggung jawab atas perkataan atau tindakan mereka. Seiring berjalannya waktu, mendengar kalimat ini dapat membuat Anda merasa seperti Anda bereaksi berlebihan, bahkan ketika perasaan Anda benar-benar valid.

Percakapan yang sehat melibatkan saling pengertian dan menghormati emosi satu sama lain. Namun, ketika seseorang terus-menerus mengatakan bahwa Anda “terlalu sensitif”, mereka tidak mencoba untuk memahami-Anda hanya dimanipulasi olehnya.

2) “Saya tidak pernah mengatakan itu”

Saya ingat pernah bercakap-cakap dengan seseorang yang selalu menyangkal hal-hal yang pernah dikatakannya, bahkan ketika saya tahu pasti bahwa dia memang mengatakannya. Kami berada di tengah-tengah pertengkaran, dan saya mengungkit sesuatu yang dia katakan kepada saya beberapa hari sebelumnya-hanya saja dia menggelengkan kepala dan berkata, “Saya tidak pernah mengatakan itu.”

Pada awalnya, saya pikir mungkin saya salah ingat. Tetapi hal itu terus terjadi. Berulang kali, dia akan menulis ulang percakapan dengan cara yang membuat saya merasa kehilangan pegangan pada kenyataan. Itu membingungkan, membuat frustrasi, dan sejujurnya, melelahkan.

Ini adalah taktik manipulasi emosi yang sangat mudah dipahami. Dengan membuat Anda meragukan ingatan Anda sendiri, sang manipulator mendapatkan kendali atas narasi. Jika Anda mulai mempertanyakan diri Anda sendiri, mereka tahu bahwa pada akhirnya Anda akan menyerah pada versi mereka tentang kejadian tersebut.

3) “Jika kamu benar-benar mencintaiku, kamu akan...”

Kalimat ini adalah pemerasan emosional murni. Kalimat ini dirancang untuk membuat Anda merasa bersalah dan memaksa Anda untuk melakukan sesuatu yang mungkin tidak Anda sukai-semuanya dengan alasan untuk membuktikan cinta Anda.

Cinta seharusnya tidak pernah menjadi alat tawar-menawar, namun para manipulator menggunakannya sebagai pengaruh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka membuat seolah-olah menolak permintaan mereka berarti Anda tidak benar-benar peduli dengan mereka, yang memberikan tekanan besar pada Anda untuk mematuhinya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa rasa bersalah adalah salah satu emosi yang paling kuat dalam membentuk perilaku manusia. Para manipulator mengetahui hal ini dan menggunakannya untuk keuntungan mereka, membuat Anda merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan mereka, bahkan ketika tuntutan mereka tidak masuk akal.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore