Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Maret 2025 | 00.23 WIB

Wajib Tahu! Ini 6 Karakter yang Dimiliki Pemimpin Baik dan Bijaksana dalam Menjalankan Bisnisnya

Ilustrasi karakter yang dimiliki pemimpin baik dan bijaksana (rawpixel.com/freepik.com) - Image

Ilustrasi karakter yang dimiliki pemimpin baik dan bijaksana (rawpixel.com/freepik.com)

JawaPos.com - Pada tahun 1959, ketika Peter Drucker, seorang pakar teori manajemen, menciptakan istilah pekerja pengetahuan, banyak orang yang belum memahami maksudnya. Akan tetapi, sejak saat itu pekerja pengetahuan telah mendominasi dunia kerja.

Saat ini, tujuh dari sepuluh perusahaan dengan nilai tertinggi di dunia adalah perusahaan teknologi yang menjadi lingkungan ideal bagi para pekerja pengetahuan. Sekarang, lebih dari 65 tahun usai munculnya ekonomi pengetahuan, kita akan segera memasuki era baru yang dikenal ekonomi kebijaksanaan.

Dalam era ini, kecerdasan buatan akan menjadi hal umum, sementara kebijaksanaan manusia akan menjadi aset yang sangat berharga dan semakin langka. Mengutip Inc, berikut ini beberapa karakter yang dimiliki pemimpin baik dan bijaksana dalam menjalankan bisnisnya.

1. Memahami pola

Pada masa paruh baya, otak kita mengalami sedikit penyusutan yang dapat memicu penurunan daya ingat dan kecepatan berpikir. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan menyintesis informasi justru meningkat. Kondisi ini disebabkan oleh kemampuan otak yang lebih tua untuk berpindah antara fungsi otak kiri dan otak kanan dengan lebih efisien, memperkaya cara kita memproses informasi.

Seorang pemimpin yang bijaksana memiliki otak yang berfungsi secara holistik, memungkinkan mereka melihat gambaran besar, bukan hanya bagian-bagiannya. Kemampuan ini juga memberinya perspektif yang lebih luas, sehingga mereka dapat memahami konsekuensi jangka panjang dari keputusan yang diambil dalam jangka pendek dengan lebih tajam.

2. Wawasan yang jujur

Seiring berjalannya waktu dan pengalaman, seseorang akan memperoleh pandangan yang semakin jelas, wawasan intuitif yang tajam, serta keberanian menyampaikan pemikiran-pemikiran tersebut. Seorang pemimpin yang bijak memiliki kemampuan mengesampingkan segala hal yang tidak relevan, sehingga bisa fokus pada inti permasalahan yang benar-benar penting, baik dalam wawancara kerja maupun pada diskusi strategis.

Banyak pemimpin bijaksana yang kini tidak lagi berupaya mengesankan orang lain atau membuktikan diri mereka sendiri. Inilah yang menciptakan keaslian dalam pandangan mereka yang meski terlihat sederhana, namun terjalin dengan kecerdasan dan pemikiran yang mendalam. Keaslian ini, walau sederhana, tetap tampak cemerlang dan terasah, mencerminkan kedalaman pengalaman mereka.

3. Refleksi diri dan kehadiran

Pengetahuan bisa berbicara dengan lantang, tetapi kebijaksanaan mengajarkan kita mendengarkan dengan penuh perhatian. Namun, mendengarkan yang dimaksud di sini tidak hanya sebatas mendengarkan dengan telinga kita secara fisik. Mendengarkan secara autentik jauh lebih dalam dari itu. Ini berarti memberikan perhatian penuh pada apa yang ada di sekitar kita, termasuk terhadap suara hati dan pikiran kita sendiri.

Sebuah bentuk kesadaran yang lebih besar dimulai dengan mendengarkan suara batin kita, memahami perasaan yang muncul, dan merasakan energi yang ada di dalam suatu ruang. Seorang pemimpin yang bijaksana, misalnya, tidak hanya mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh orang lain, tetapi juga menyelami makna yang tersirat di balik kata-kata tersebut.

Mereka dapat merasakan energi di sekitar mereka, memberi wawasan lebih dalam tentang situasi yang dihadapi. Ini bukan sekadar mendengarkan, tetapi kemampuan untuk merasakan, memahami, dan menangkap makna yang tidak terungkap secara langsung. Dengan mendengarkan secara autentik, kita bisa menemukan kearifan tersembunyi di setiap percakapan.

4. Terbuka terhadap perbedaan pendapat

Pada tahun 2012, Proyek Aristoteles Google menganalisis ratusan tim internal dan menemukan bahwa faktor terpenting dalam tim yang efektif adalah sejauh mana anggota tim merasa aman secara psikologis. Keamanan ini tercipta di lingkungan penuh perhatian dan minim reaksi emosional yang biasanya dibangun oleh pemimpin bijaksana yang peduli dan mampu mengesampingkan kepentingan pribadi demi fokus pada kepentingan kelompok.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore