
Ilustrasi foto selfie di depan cermin. (Freepik)
JawaPos.com–Selfie telah menjadi fenomena umum di era media sosial saat ini. Hampir setiap orang dengan mudahnya mengunggah foto diri mereka ke berbagai platform. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya yang mendorong seseorang untuk secara teratur memposting foto selfie?
Psikolog telah meneliti dan mengungkap beberapa sifat kepribadian yang terkait dengan kebiasaan ini. Satu di antara alasan utama orang sering mengunggah selfie adalah untuk mencari validasi. Mereka berharap mendapatkan pengakuan dan persetujuan dari orang lain melalui foto yang diunggah.
Validasi ini bisa berupa jumlah likes, komentar positif, atau bahkan perhatian yang diberikan pengikut mereka. Hal ini, bagi sebagian orang, dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri mereka di dunia maya.
Selain validasi, selfie juga memberikan rasa kontrol atas citra diri. Dalam dunia digital, seseorang dapat dengan mudah memanipulasi foto diri mereka sebelum diunggah. Mereka dapat memilih sudut terbaik, pencahayaan yang tepat, dan menggunakan filter untuk menyempurnakan penampilan. Kontrol ini memberikan rasa percaya diri dan memungkinkan individu untuk menampilkan versi diri yang ideal kepada dunia.
Dikutip dari smallbiztechnology.com, kontrol atas citra diri menjadi daya tarik utama selfie. Narsisme juga menjadi faktor pendorong di balik kebiasaan selfie. Orang dengan kecenderungan narsistik cenderung fokus pada diri sendiri dan haus akan perhatian.
Selfie menjadi alat yang sempurna bagi mereka untuk memamerkan diri dan mendapatkan kekaguman dari orang lain. Mereka menikmati menjadi pusat perhatian dan selfie membantu mereka mencapai tujuan tersebut di media sosial.
Ekstrovert juga lebih mungkin untuk sering memposting selfie. Individu ekstrovert cenderung lebih terbuka, ramah, dan senang berinteraksi dengan orang lain. Media sosial menjadi wadah bagi mereka untuk mengekspresikan diri dan terhubung dengan jaringan sosial mereka. Selfie adalah cara mudah dan cepat untuk berbagi momen dan tetap terhubung dengan teman dan pengikut.
Self-ekspresi juga menjadi motivasi penting dalam kebiasaan selfie. Bagi sebagian orang, selfie adalah bentuk seni dan cara untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Mereka menggunakan selfie untuk menyampaikan pesan, menunjukkan gaya pribadi, atau sekadar berbagi momen-momen penting dalam hidup mereka. Ini adalah cara untuk berkomunikasi dan berbagi cerita visual dengan dunia.
Terakhir, selfie juga dapat menjadi cara untuk terhubung dengan orang lain. Dalam beberapa kasus, selfie digunakan untuk mempererat hubungan dengan teman, keluarga, atau komunitas online. Selfie bersama atau selfie yang menandai lokasi tertentu dapat menjadi cara untuk berbagi pengalaman dan merasa lebih dekat dengan orang lain. Interaksi melalui selfie dapat memperkuat ikatan sosial di dunia maya.
Sebagai penutup, kebiasaan mengunggah selfie di media sosial ternyata memiliki beragam motif psikologis. Mulai dari mencari validasi dan kontrol citra diri, hingga ekspresi narsisme, ekstroversi, self-ekspresi, dan keinginan untuk terhubung dengan orang lain. Memahami motif-motif ini membantu kita untuk lebih memahami perilaku manusia di era digital.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
