
Pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour), Khalid Zeed Abdullah Basalamah (dua dari kanan) menghadiri sidang dugaan korupsi kuota haji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa (20/10). (Dok Muhamad Ridwan/JawaPos.com).
JawaPos.com – Pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour) Khalid Zeed Abdullah Basalamah mengungkap sejumlah pembayaran terkait keberangkatan jemaah haji pada 2024. Khalid mengakui adanya pembayaran USD 4.500 per jemaah yang disebut sebagai biaya visa haji khusus percepatan, tambahan USD 1.000 untuk 37 jemaah, hingga USD 390 per orang untuk mendapatkan maktab zona 1 atau zona biru.
Keterangan tersebut disampaikan Khalid saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi kuota haji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa (20/10).
Dalam persidangan, Khalid menjelaskan bahwa pada 2024 PT Muhibbah Mulia Wisata memberangkatkan 120 jemaah. Sedangkan Uhud Tour memberangkatkan dua jemaah. Informasi mengenai jumlah keberangkatan tersebut, kata dia, diperoleh dari data yang disampaikan stafnya.
Jaksa kemudian menggali keterangan Khalid mengenai pembayaran USD 4.500 per jemaah yang diduga berkaitan dengan fee percepatan haji. Khalid mengakui pembayaran itu dilakukan, tetapi saat itu dirinya memahami uang tersebut sebagai biaya visa perjalanan haji khusus, bukan fee untuk mempercepat keberangkatan.
"Pada saat pertemuan dengan Ibnu Mas'ud itu, apakah dia menawarkan dua opsi, Pak? Yang pertama adalah 1, membeli paket haji khusus yang dimiliki oleh PT Muhibbah atau membayar visa haji khusus percepatan sebesar 4.500 US dolar per pax, dan pada akhirnya Saudara mengambil opsi yang kedua yaitu dengan membayar visa haji khusus percepatan sebesar 4.500 US Dolar per pax?" tanya jaksa.
"Iya," jawab Khalid.
Saat jaksa kembali memastikan pilihan tersebut, Khalid membenarkannya. Ia menjelaskan bahwa Uhud Tour memilih opsi pembayaran visa karena telah memiliki tim penanganan jemaah sendiri di Arab Saudi.
"Betul ya?" telisik jaksa.
"Betul. Karena waktu itu kami sudah punya tim handling sendiri di Saudi," timpal Khalid.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022