
Petugas KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai saat konferensi pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan (HGB) Summarecon di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta dalam perkara dugaan suap pengurusan pembukaan blokir Hak Guna Bangunan (HGB) lahan Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Empat tersangka dalam perkara tersebut memiliki kedekatan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.
Keempat tersangka tersebut yakni Fahd A Rafiq alias Fahd El Fouz (FEZ), Arif Sugiyanto (ARF), Erwin (ERW), dan Muhammad Fakhry (MF). KPK menyebut mereka diduga berperan sebagai pihak yang mengumpulkan uang dari berbagai layanan pertanahan di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Dalam perkara tersebut, Fahd El Fouz disebut memiliki peran sebagai penampung uang. Salah satu sumber uang yang ditelusuri penyidik berasal dari pengurusan HGB tanah yang dikelola PT Bela Parahyangan dengan nilai sekitar Rp 2,1 miliar.
Baca Juga:Ramalan Kesehatan Zodiak Cancer Rabu, 16 September 2026: Jaga Tubuh dan Ketenangan Pikiran
Uang tersebut disebut diserahkan kepada Erwin yang oleh KPK juga disebut sebagai salah satu orang kepercayaan Nusron Wahid. Dari uang Rp 2,1 miliar itu, Erwin kemudian diduga menyerahkan Rp 1,8 miliar kepada Arif Sugiyanto.
Selain aliran dana tersebut, penyidik menemukan penerimaan lain yang diduga dilakukan Lampri (LMP), Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN. Nilai penerimaan tersebut disebut mencapai Rp 8 miliar.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, penyidik juga menemukan setoran tunai dalam jumlah besar. Setoran tersebut diketahui dari mutasi rekening Arif Sugiyanto pada 7 September 2026.
"Dari hasil penyelidikan juga ditemukan setoran tunai sejumlah Rp 10 miliar pada 7 September 2026 dari mutasi rekening ARF, serta terdapat sejumlah penerimaan lainnya yang diduga berasal dari urusan layanan pertahanan. Uang-uang tersebut disimpan dalam koper dan kardus-kardus," kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9) malam.
KPK menduga, dana yang telah dikumpulkan tersebut selanjutnya mengalir kepada Fahd A Rafiq. Fahd diduga berfungsi sebagai pihak yang menampung uang dari sejumlah penerimaan tersebut.
"Selanjutnya, uang-uang tersebut diberikan kepada Saudara FEZ selaku pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN. Saudara FEZ sekaligus diduga sebagai penampung uang yang dikumpulkan Saudara ARF," ucap Taufik.
KPK masih menelusuri secara mendalam sumber dana, tujuan penggunaan, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aliran uang tersebut. Penelusuran juga diarahkan untuk mengetahui keterkaitannya dengan berbagai proses layanan pertanahan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022