Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2026 | 20.52 WIB

Puluhan Siswa TK, SD Hingga SMA di Sleman Diduga Keracunan MBG, Alami Pusing Hingga Diare

Siswa baru SMPN 2 Pakem menikmati menu MBG saat mengikuti MPLS di sekolahnya, Sleman, kemarin (14/7). Perwakilan ORI DIJ menerima 34 aduan terkait SPMB 2026, laporan terbanyak jenjang SMP dan SMA. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja) - Image

Siswa baru SMPN 2 Pakem menikmati menu MBG saat mengikuti MPLS di sekolahnya, Sleman, kemarin (14/7). Perwakilan ORI DIJ menerima 34 aduan terkait SPMB 2026, laporan terbanyak jenjang SMP dan SMA. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

JawaPos.com - Puluhan siswa di wilayah Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, dilaporkan mengalami dugaan keracunan program makan bergizi gratis (MBG). Atas insiden ini, 28 orang dilaporkan bergejala dan salah satu anak rawat jalan setelah memeriksakan diri di puskesmas.

Panewu Sleman Rohmiyanto merinci 28 anak tersebut terdiri dari 25 siswa SD Negeri Nyaen 2, dua siswa TK Keluarga, dan satu orang tenaga pendidik. Di antara 27 anak mengalami gejala ringan dan tetap bersekolah.

"Jadi dugaan dari MBG Senin tanggal 31, lalu mulai bergejala malam Selasa-nya," katanya dilansir Radar Jogja (Jawa Pos Group), dikutip Kamis (3/9).

Rohmiyanto menjelaskan, untuk saat ini masih dilakukan pendataan lanjutan lewat Google Form, ditemukan tambahan siswa terdampak dari SMA Negeri 2 Sleman.

Dia menyebut, penerima manfaat dari SPPG terkait tersebar di berbagai sekolah, sehingga belum bisa memastikan total sekolah yang terdampak. Namun demikian, mayoritas bergejala ringan. Para siswa mengalami gejala serupa, seperti pusing dan diare.

Menu saat itu adalah nasi putih, bola-bola ayam saus mentai, tahu pop krispi, tumis pokcoy, dan buah melon. Dia memastikan, peristiwa ini sudah ditangani oleh dinas kesehatan maupun satgas MBG.

Dia menyebut ada sejumlah tindak lanjut yang telah dilakukan. Utamanya inspeksi sanitasi dengan melakukan pemeriksaan langsung ke SPPG oleh puskesmas, korwil Sleman, hingga kepala SPPG, dan koordinator regional DIY. Termasuk dengan melakukan pengambilan sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium oleh dinas kesehatan.

Observasi kesehatan terhadap penerima manfaat juga terus dilakukan sekaligus ditekankan terkait penguatan koordinasi dengan puskesmas setempat.

Untuk iaya pengobatan yang timbul dari peristiwa ini, ditanggung seluruhnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Prosesnya dengan dilakukan laporan secara berjenjang. Terkait SPPG yang memproduksi MBG ini, berdasarkan informasi Radar Jogja telah dihentikan sementara.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore