
Ilustrasi penanganan karhutla di kawasan Gunung Arjuno - Welirang. (Dokumentasi Radar Batu)
JawaPos.com - Intensi aparat kepolisian dalam menindak pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih kencang. Terbaru, Bareskrim Polri memastikan jumlah tersangka kasus karhutla sudah bertambah dari 72 orang menjadi 89 orang. Seluruhnya merupakan tersangka perorang.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol M. Irhamni menyampaikan bahwa pihaknya terus menelusuri sejumlah tempat kejadian perkara (TKP) karhutla. Langkah itu sejalan dengan tindak lanjut atas 189 laporan kepolisian terkait karhutla.
”Jadi, kita intensif, proaktif mencari pelaku-pelaku yang melakukan pembakaran tentunya. Kurang lebih tersangkanya ada 89. Jadi, meningkat dengan jumlah kemarin, itu seiring dengan aktifnya rekan-rekan dari polda dan dari Dittipidter Bareskrim melaksanakan kegiatan asistensi,” terang dia dikutip pada Sabtu (29/8).
Baca Juga:Ramalan Zodiak Sagitarius 29 Agustus 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan
Puluhan tersangka tersebut, kata Irhamni, merupakan tersangka perorangan. Namun demikian, polisi tidak berhenti sampai di situ. Pendalaman terus dilakukan untuk mencari tahu ada atau tidaknya perintah-perintah atau pun transaksi-transaksi yang melibatkan korporasi.
”Kami mau mempertanggungjawabkan kepada siapapun dasarnya adalah alat bukti. Jangan khawatir kalau ada alat bukti sedikit apapun yang penting menguatkan bahwa itu memang perintah dari korporasi, akan kami kejar dan akan kami tindak tentunya,” kata dia menegaskan.
Tidak hanya langkah penindakan hukum, secara proaktif Polri melakukan asistensi pencegahan karhutla. Sebanyak 450 personel dari lembaga pendidikan Polri telah dikirim untuk melakukan penyuluhan, sosialisasi, kegiatan preemtif, preventif agar masyarakat memahami bahaya pembakaran lahan, apalagi saat El Nino.
Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menindak pelaku kejahatan lingkungan dengan menjerat 72 orang sebagai tersangka karhutla di 9 provinsi. Jumlah tersangka itu berdasar data pada 23 Agustus lalu. Puluhan tersangka tersebut diketahui sengaja membakar lahan seluas total 1.006,67 hektare.
Alasannya untuk menekan biaya operasional perkebunan supaya lebih murah.Para pelaku pembakaran lahan itu kini dijerat menggunakan Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp 5 miliar bagi pelaku kejahatan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022