
Sejumlah mahasiswa menyegel Gedung Kejagung pada Jumat malam (24/7). Aksi itu dilakukan saat Febrie Adriansyah diperiksa dalam kasus dugaan TPPU.
JawaPos.com - Aksi demo mendesak pengusutan kasus Febrie Adriansyah berlanjut. Pada Jumat malam (24/7) sejumlah massa dari BEM Persatuan Indonesia menyegel Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka juga mendirikan tenda persis di depan Gerbang Utama Gedung Kejagung, Jakarta Selatan (Jaksel).
Dalam aksi tersebut, Koordinator Pusat BEM Persatuan Indonesia Maulana Sai mengungkapkan bahwa dia dan rekan-rekannya datang ke Kejagung malam ini untuk kali kedua. Tujuannya agar Kejaksaan segera menangkap dan menahan eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
”Kami meminta pemerintah untuk segera mengusut tuntas permasalahan kasus Febrie Adriansyah, dan (Febrie) harus segera ditangkap,” ucap Maulana kepada awak media.
Tidak hanya mendirikan tenda, mahasiswa juga membawa beberapa spanduk bertuliskan desakan kepada Kejagung. Diantaranya usut tuntas kasus Febrie Adriansyah. Mereka juga membawa spanduk raksasa bergambarkan wajah mantan pejabat Korps Adhyaksa tersebut.
Bukan hanya kepada Kejagung, kelompok mahasiswa itu turut mendesak agar DPR segera mengesahkan Undang-Undang (UU) Perampasan Aset. Mereka juga menyuarakan mosi tidak percaya kepada Kejagung apabila tidak mampu melaksanakan penegakan hukum yang independen dan berkeadilan.
Sebagaimana telah diketahui oleh publik, dalam kasus tersebut Kejagung sudah menerima 2 orang tersangka dari Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor Polri. Para tersangka terdiri atas seorang swasta bernama Don Ritto dan Febrie sebagai eks Jampidsus. Secara keseluruhan, Kejagung sudah menerbitkan 4 surat perintah penyidikan (sprindik).
Termasuk sprindik baru terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret Febrie. Di saat bersama dengan demo yang dilaksanakan oleh para mahasiswa, Febrie menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan TPPU tersebut di Gedung Utama Kejagung.
Selain sprindik itu, 3 sprindik lain terkait dengan kasus dugaan korupsi dan TPPU utang-piutang anak usaha PT Krakatau Steel, pengadaan batubara PLTU untuk PLN yang mengakibatkan blackout, serta kasus terkait dengan ASABRI. Seluruh kasus tersebut ditangani oleh 9 orang jaksa senior dalam Tim 9 Kejagung.
Sebelumnya, Polri sudah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi di Jakarta, Bogor, dan Tangerang Selatan (Tangsel). Dari penggeledahan tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni uang tunai berbagai pecahan mata uang rupiah dan asing, juga emas batangan sebanyak 74 kilogram. Seluruh aset tersebut setara dengan uang lebih dari Rp 500 miliar atau setengah triliun lebih.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022