
Berturut-turut dari kiri Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto, Kepala Kortas Tipikor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto, dan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Penggeledahan di de’Clan Signature Cafe, Jakarta Selatan (Jaksel) hari ini (8/7) mendapati temuan mengejutkan. Polisi menemukan tumpukan uang asing dalam pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan dolar Singapura dalam brankas tersembunyi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa dalam penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik Kortas Tipidkor Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, memang ditemukan sejumlah dokumen dan uang.
”Terkait temuan uang USD, termasuk Singapore Dollar itu masih dalam proses penghitungan,” kata Budi kepada awak media.
Karena itu, Budi belum bisa mengungkap jumlahnya. Namun, dia mengkonfirmasi bahwa uang itu memang ditemukan dalam brankas yang tersembunyi di dalam kafe tersebut. Itu sesuai dengan video yang beredar luas di kalangan awak media. Brankas itu tersimpan di balik kompartemen lemari yang berada di lantai 2.
”Kami sampaikan tadi mungkin juga sudah ada dokumentasi tentang brankas, ya memang itu terselubung di balik satu lemari, ada brankas dan ini sudah dibuka. Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis,” ucap dia.
Sebelumnya, Budi menyampaikan bahwa penggeledahan tersebut dilakukan terkait dengan 3 kasus. Yakni kasus dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) blackout batubara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel. Penyidik Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor Polri bekerja sama menangani kasus tersebut.
”Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang, de'Clan Signature Cafe dan Money Changer,” kata dia kepada awak media.
Budi menyatakan bahwa penanganan kasus tersebut merupakan atensi dari Presiden Prabowo Subianto. Dia memastikan, pihak kepolisian akan mengungkap dan mengusut tuntas kasus tersebut melalui proses penyidikan yang sesuai aturan. Salah satunya lewat penggeledahan hari ini.
”Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” terang dia.
Berkaitan dengan pengerahan personel Brimob untuk mengamankan lokasi penggeledahan, Budi menyatakan bahwa hal itu merupakan salah satu langkah antisipasi dan bagian dari Standard Operating Procedure (SOP) yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
