
Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta. Saat ini Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya bersama-sama menangani 3 kasus sekaligus. (Polri)
JawaPos.com - Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto turun langsung ke lokasi penggeledahan di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) pada Rabu (8/7). Dia menyatakan bahwa pihaknya melakukan joint investigation bersama Polda Metro Jaya untuk mengungkap 3 kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.
”Polri, dalam hal ini Kortas Tipidkor Polri, terus melaksanakan upaya penegakan hukum terhadap perkara yang menjadi atensi bapak presiden Republik Indonesia. Saat ini, Kortas Tipidkor Polri sedang dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangani perkara (dugaan) korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum,” terang dia kepada awak media.
Proses penanganan hukum yang dia maksud terkait dengan, blackout PLN batubara, Asabri pada 2020-2025, dan proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak usaha Krakatau Steel) pada 2020-2025. Saat ini, proses hukum oleh Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sudah masuk dalam tahap penyidikan.
”Diantaranya, salah satu proses penyidikan, kami saat ini melaksanakan penggeledahan di beberapa tempat,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa penggeledahan tersebut memang dilakukan terkait dengan 3 kasus di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Yakni kasus dugaan korupsi berupa suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) blackout batubara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel.
”Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang, de'Clan Signature Cafe dan Money Changer,” kata dia kepada awak media.
Budi pun menegaskan kembali bahwa penanganan kasus tersebut merupakan atensi dari Presiden Prabowo Subianto. Dia memastikan, pihak kepolisian akan mengungkap dan mengusut tuntas kasus tersebut melalui proses penyidikan yang sesuai aturan. Salah satunya lewat penggeledahan hari ini.
”Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” terang dia.
Berkaitan dengan pengerahan personel Brimob untuk mengamankan lokasi penggeledahan, Budi menyatakan bahwa hal itu merupakan salah satu langkah antisipasi dan bagian dari Standard Operating Procedure (SOP) yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
