
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan saat ungkap kasus benih lobster ilegal di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (30/6/2026). (ANTARA/Rubby Jovan).
JawaPos.com - Kasus dugaan perdagangan ilegal sebanyak 4.000 benih bening lobster tanpa izin usaha di Kabupaten Pangandaran, dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat.
Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Jawa Barat AKBP Edi Rahmat Mulyana mengatakan, pihaknya telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut, masing-masing berinisial HS, HR, BL, dan AS.
“Dari hasil penyidikan, para pelaku dengan sengaja melakukan usaha perikanan berupa pengadaan dan peredaran benih bening lobster yang tidak memiliki izin berusaha dari pemerintah,” kata Edi di Bandung, dilansir dari Antara, Selasa (30/6).
Ia menjelaskan HS berperan sebagai pemilik usaha sekaligus pihak yang memerintahkan kegiatan tersebut. HR bertugas mengoordinasikan operasional, BL menjadi sopir pengangkut BBL, sedangkan AS berperan sebagai kurir yang menjemput dan mengantarkan benih lobster atas perintah HS dan HR.
Dalam pengungkapan kasus itu, polisi menyita 4.000 benih bening lobster jenis pasir yang telah dikemas ke dalam 20 balon plastik, masing-masing berisi 200 ekor.
Menurut Edi, para tersangka membeli benih lobster dengan harga Rp15.000 per ekor dan menjualnya kembali di wilayah Sukabumi seharga Rp16.000 per ekor sehingga memperoleh keuntungan sekitar Rp1.000 untuk setiap ekor yang diperdagangkan.
“Mereka membeli dengan harga Rp15.000 per ekor dan dijual Rp16.000 per ekor. Jadi mereka meraup keuntungan Rp1.000 per ekor. Berdasarkan keterangan para tersangka, kegiatan ini sudah berlangsung sejak 2024 hingga penangkapan pada 19 Mei 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan praktik perdagangan benih bening lobster secara ilegal merupakan kejahatan lingkungan yang berdampak jangka panjang terhadap kelestarian sumber daya perikanan.
“Ini kejahatan lingkungan yang dampaknya jangka panjang, mengancam ketersediaan pangan dan membahayakan populasi lobster. Informasinya benih-benih ini akan dijual ke luar negeri untuk dibesarkan dan kemudian dipasarkan dengan nilai yang jauh lebih tinggi,” kata Hendra.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022