Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 00.51 WIB

Beroperasi dari Thailand, Jaringan Gembong Fredy Pratama Pasok Narkoba ke Indonesia Lewat Malaysia 

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyampaikan keterangan kepada awak media pada Jumat (19/6). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyampaikan keterangan kepada awak media pada Jumat (19/6). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap jalur peredaran narkotika jaringan Fredy Pratama. Malaysia menjadi jalan masuk narkoba yang dioperasikan oleh Fredy Pratama dari Thailand. Informasi tersebut diungkap setelah polisi menangkap Frans Antoni.

Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Frans Antoni membantu Fredy Pratama mengendalikan jejaring bandar dan pengedar di Indonesia. Mereka terus beroperasi meski Fredy sudah lama melarikan diri ke luar negeri.

Narkoba itu diduga kuat masuk dari Malaysia dan Thailand melalui jalur laut dan darat yang ilegal. Dimana setiap bulannya sindikat ini mampu menyelundupkan segala jenis narkoba dengan jumlah mulai dari 100 kilogram sampai dengan 500 kilogram,” terang Eko kepada awak media.

Oleh Fredy Pratama, Frans Antoni mendapat kepercayaan untuk mengurus uang dari transaksi narkoba di Indonesia. Sejak 2017-2023, dia bolak-balik Indonesia-Thailand ratusan kali untuk mengangkut dan menyerahkan uang kepada Fredy Pratama.

Berdasar catatan polisi, Frans Antoni masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sejak 2023. Tidak hanya itu, Frans Antoni tercatat pernah dijatuhi hukuman penjara selama 8 bulan berdasar putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin dalam kasus narkoba.

”Fakta ini menegaskan bahwa yang bersangkutan adalah residivis yang telah lama bergelut dalam dunia peredaran gelap narkoba,” imbuhnya.

Untuk itu, Eko memastikan, pihaknya akan memeriksa Frans Antoni secara intensif. Pihaknya juga akan terus melakukan pengembangan penyidikan. Tujuannya untuk mengungkap seluruh aliran dan serta jejaring pendukung Fredy Pratama yang masih beroperasi di Indonesia.

”Kami akan memastikan seluruh aktor yang terlibat dalam sindikat ini diproses secara tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata dia.

Bersama Fredy Pratama, Frans Antoni mengendalikan peredaran narkoba di beberapa kota besar di Indonesia sejak 2009. Mulai kota-kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, sampai Sulawesi. Meski Fredy Pratama sudah kabur ke luar negeri sejak 2014, jejaring Fredy Pratama tetap eksi mengedarkan narkoba.

Setelah ditangkap di Malaysia, Frans Antoni diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-821. Berdasar pantauan di Gedung Bareskrim Polri dia tiba sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah turun dari mobil, Frans Antoni langsung dibawa ke ruang tahanan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore