
Ilustrasi laporan Polisi. (Dok. IST)
JawaPos.com – Seorang pengusaha berinisial RS melaporkan dugaan penipuan dan/atau penggelapan ke Polres Metro Jakarta Selatan setelah merasa menjadi korban dalam perkara pinjaman uang senilai Rp1,6 miliar. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/1935/V/2026/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA tertanggal 15 Mei 2026.
Dalam surat tanda penerimaan laporan, kasus itu dilaporkan menggunakan Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 486 KUHP. Peristiwa disebut terjadi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 5 Maret 2025.
RS menuturkan, persoalan bermula ketika dirinya menerima sambungan telepon dari seorang perempuan berinisial DK pada 4 Maret 2025. Menurut RS, DK meminta bantuan pinjaman dana dengan janji pengembalian dalam waktu tiga bulan disertai bunga sebesar 2 persen per bulan. DK juga diduga merupakan istri mantan anggota DPR RI berinisial BK.
“Saya awalnya tidak mau memberikan pinjaman. Sebab, uang tersebut merupakan modal usaha jual beli mobil yang selama ini saya jalankan. Selain untuk usaha, juga akan saya gunakan untuk kebutuhan pengobatan ibu saya yang sedang sakit stroke,” ujar RS melalui keterangan tertulis.
Namun, RS mengaku akhirnya luluh karena hubungan baik yang selama ini terjalin. Ia juga merasa yakin setelah pihak peminjam berjanji akan mengembalikan dana tepat waktu.
RS menjelaskan, sehari setelah pembicaraan tersebut, tepatnya pada 5 Maret 2025, dirinya menyerahkan uang dalam bentuk dolar Singapura secara tunai di kediaman DK di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut dia, proses penyerahan uang dilakukan secara langsung dan turut disaksikan anggota keluarga pihak penerima pinjaman.
RS mengaku sengaja mendokumentasikan pertemuan tersebut sebagai bentuk perlindungan diri karena nilai uang yang diserahkan cukup besar.
“Saya sengaja merekam sebagai bentuk perlindungan diri karena nilai uang yang diserahkan cukup besar,” ujarnya.
Sebagai bentuk jaminan, RS meminta satu unit Toyota Land Cruiser tahun 2011 milik DK. Namun, menurut dia, kendaraan tersebut belum dilengkapi dokumen BPKB saat diserahkan.
“Waktu itu hanya unit mobil yang diberikan. Alasannya BPKB masih dicari,” tutur RS.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
