
ILUSTRASI BUS ALS. (INSTAGRAM ALS BUS LOVER)
JawaPos.com - Tragedi memilukan kembali terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM pada Kamis (6/5) ini merenggut sedikitnya 16 nyawa.
Benturan keras yang memicu kebakaran hebat tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga tanda tanya besar mengenai standar keselamatan transportasi publik kita.
Informasi awal menyebutkan bus diduga masuk ke jalur berlawanan untuk menghindari kondisi jalan tertentu. Ada pula laporan mengenai percikan api sebelum tabrakan terjadi. Namun, Road Safety Association (RSA) menegaskan bahwa investigasi tidak boleh berhenti pada kesalahan sopir semata.
Ketua Dewan Pengawas RSA Rio Octaviano menilai, kecelakaan fatal seperti ini merupakan puncak dari kegagalan sistemik yang berlapis. Menurutnya, ada banyak aspek yang saling berkaitan, mulai dari kelaikan kendaraan hingga manajemen kecepatan di lapangan.
"Road Safety Association (RSA) menilai kecelakaan lalu lintas fatal hampir selalu lahir dari kegagalan banyak lapisan sistem secara bersamaan. Mulai dari kondisi jalan, keselamatan kendaraan, pengawasan operasional angkutan umum, manajemen kecepatan, hingga kesiapan mitigasi pasca kecelakaan," ujar Rio, Kamis (7/5).
Ironisnya, Indonesia sebenarnya sudah memiliki "buku panduan" keselamatan yang komprehensif. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) LLAJ 2021–2040 telah mengatur pembagian tugas lintas sektor.
Sistem ini dikenal sebagai Safe System Approach. Intinya, keselamatan jalan adalah tanggung jawab kolektif institusi negara, bukan beban pengguna jalan sendirian.
Dalam sistem tersebut, tanggung jawab terbagi jelas:
- Kemen PUPR: Menjamin infrastruktur jalan yang aman.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
