
Terdakwa kasus dugaan korupsi chromebook, Ibrahim Arief alias Ibam, menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/4). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Mantan Konsultan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Ibrahim Arief alias Ibam mengungkap awal perkenalan dengan eks Mendikbudristek Nadiem Makarim. Dalam perkenalan awal tidak pernah melakukan pembicaraan proyek dengan Nadiem.
"Saya dan Nadiem enggak pernah kenal sebelumnya. Sampai ada misi untuk membangun teknologi di kementerian. Saya akan tunjukkan di sini. Ini adalah chat WhatsApp saya pertama kali dengan Nadiem Anwar Makarim," kata Ibam dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/4).
Dalam kesempatan itu, Ibam turut menampilkan pesan WhatsApp dirinya dengan Nadiem. Menurutnya, pesan WhatsApp pertama kali disampaikan Nadiem, pada 15 Januari 2020.
Baca Juga:Jangan Hanya Andalkan Regulasi, Menkomdigi Meutya Tekankan Peran Orang Tua Lindungi Anak di Internet
"Hei Bam, ini Mas Menteri. Kita bahas soal cara kita ngebangun teknologi organisasi," ungkap Ibam membacakan pesan singkat Nadiem.
Ibam memastikan pembahasan dirinya dengan Nadiem tidak ada soal proyek pengadaan. Bahkan, Ibam turut menampikan isi pesan singkat pertamanya dengan Nadiem.
"Saya hanya ingin sampaikan ke Indonesia, ini adalah misi tertinggi di negara saat ini. Kita harus bangga dengan itu, dan kita harus total masuk ke situ. Apapun yang kita lakukan, anak-anak kita akan merasakan perbedaannya, dan itu hal yang penting bagi kita," beber Ibam membacakan isi pesannya dengan Nadiem.
Terdakwa dugaan korupsi chromebook itu menegaskan, sebagai konsultan dirinya tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan pengadaan. Ia menegaskan, dirinya hanya bertugas membangun aplikasi.
"Enggak ada tentang proyek, enggak ada. Kita ngebangun teknologi, kita ngebangun aplikasi. Sebagian besar pekerjaan saya di kementerian adalah untuk berbicara dengan stakeholder, kita bangun aplikasi, apa yang bisa mekanisme tersebut buat negara," cetusnya.
Dalam kesempatan ini, Ibam juga menyesalkan tuntutan 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari. Bahkan, Ibam juga dituntut membayar uanf pengganti Rp 16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara.
Oleh karena itu, Ibam mengharapkan keadilan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, dirinya telah mengalami kriminalisasi atas kasus dugaan korupsi chromebook.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022