Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 02.20 WIB

Nadiem Makarim Sampaikan Permohonan Maaf, Merasa Berat Jalani 7 Bulan di Tahanan

Nadiem Makarim saat menjalani sidang di Jakarta. (Istimewa) - Image

Nadiem Makarim saat menjalani sidang di Jakarta. (Istimewa)

JawaPos.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyampaikan permohonan maaf di sela-sela sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/4).

Setelah tujuh bulan menjalani masa tahanan, Nadiem memilih melakukan introspeksi diri sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

“Terima kasih teman-teman media. Saya hari ini ingin menyampaikan sedikit. Saya sudah tujuh bulan di penjara, dan alhamdulillah saya bersyukur bahwa semua tuduhan tidak terbukti,” kata Nadiem.

Nadiem memahami gaya kepemimpinannya selama menjabat sebagai menteri terlalu mendobrak, tanpa memperhatikan etika birokrasi.

“Saya ingin mengakui bahwa saat masuk, saya mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi. Saya membawa banyak orang dari luar, para profesional muda, yang mungkin menimbulkan gesekan,” ungkapnya.

Ia juga mengakui, fokusnya pada profesionalisme kerja membuatnya kurang menjalankan fungsi politik dan sosial sebagai pejabat publik.

“Saya mungkin kurang santun dalam penyampaian. Saya kurang menghormati dan kurang sowan kepada tokoh-tokoh, baik masyarakat maupun politik. Saya keliru tidak memahami bahwa sebagian dari tugas saya adalah fungsi politik,” tuturnya.

Nadiem pun menyadari bahwa selama menjabat, ada ucapan maupun perilakunya yang mungkin menyinggung berbagai pihak. Dengan rendah hati, ia pun menyampaikan permohonan maaf.

“Untuk itu, saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila ada ucapan atau perilaku saya saat menjadi menteri yang tidak berkenan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tujuh bulan terpisah dari keluarga dan anak-anak merupakan masa yang berat. Meski demikian, ia tetap berusaha optimistis dengan mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh sejarah Indonesia yang telah mengalami pengorbanan lebih besar.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore