Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2026, 23.21 WIB

Puspom TNI Cari Dalang Penyiraman Air Keras Terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus

Mabes TNI menyampaikan keterangan terkait dengan peristiwa penyiraman air keras terhadap WakilKoordinator KontraS Andrie Yunus pada Rabu (18/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Mabes TNI menyampaikan keterangan terkait dengan peristiwa penyiraman air keras terhadap WakilKoordinator KontraS Andrie Yunus pada Rabu (18/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Meski sudah mengungkap 4 orang terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, aktor intelektual atau dalang di balik aksi teror tersebut belum terungkap.

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI memastikan akan mencari tahu ada atau tidaknya perintah tersebut.

Menurut Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto, sosok di balik peristiwa yang terjadi pada Kamis tengah malam (12/3) perlu dicari tahu melalui beberapa langkah. Termasuk pengumpulan saksi dan bukti-bukti yang dibutuhkan oleh penyidik.

”Yang terkait dalam perintah siapa (di balik aksi penyiraman air keras) jadi nanti kami masih sedang kami dalami. Karena perlu istilahnya pengumpulan saksi, kemudian bukti-bukti yang ada,” ucap Yusri.

Yusri hanya memastikan bahwa 4 prajurit tersebut berasal dari satuan yang sama. Yakni Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Sementara matra asal masing-masing prajurit tersebut adalah TNI AL dan TNI AU. Dia memastikan, tidak ada prajurit TNI AD dari keempat terduga pelaku.

”Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku itu semuanya anggota dari Denma BAIS TNI. Jadi, bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma BAIS TNI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yusri mengungkapkan bahwa masing-masing pelaku berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Artinya keempat terduga pelaku itu ada yang berpangkat perwira pertama dan bintara. Mereka terpantau bergerak bersama-sama saat melakukan aksi penyerangan.

”Jadi, sekarang yang diduga keempat tersangka (terduga pelaku) itu sudah kami amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” ucap Yusri.

Yusri mengakui bahwa sejak peristiwa penyiraman air keras terjadi pada Kamis malam (12/3), TNI langsung bergerak untuk melakukan pendalaman atas dugaan keterlibatan prajurit dalam peristiwa itu.

Pendalaman itu kemudian diteruskan dengan penyelidikan internal yang berujung pada identifikasi terduga pelaku.

”Jadi, Puspom TNI nanti akan melakukan kegiatan membuat laporan polisi, mungkin nanti dari saksi korban. Kemudian melakukan penahanan sementara kepada terduga empat orang tadi. Kemudian kami akan segera mengajukan permohonan visum et repertum ke RSCM,” terang dia.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore