Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya.(Miftahul Hayat/Jawa Pos).
JawaPos.com - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya, menuntut penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yusuf. Wakil koordinator KontraS itu kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat luka bakal serius pasca peristiwa penyiraman air keras kemarin malam (12/3).
Menurut Dimas, ancaman dan teror terhadap KontraS bukan pertama kali terjadi. Sudah berulang kali KontraS mendapat serangan. Namun, peristiwa yang dialami oleh Andrie kemarin malam sudah menunjukkan bahwa kondisi saat ini benar-benar gawat. Dia menyatakan bahwa serangan itu dilakukan terhadap aktvis kemanusiaan yang tidak pernah lelah berjuang.
”Menurut kami di KontraS, ini adalah sebuah kondisi yang sangat-sangat brutal. Kondisi yang sangat-sangat buruk, kondisi yang sangat-sangat zalim,” ujar Dimas saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta pada Jumat (13/3).
Dimas menyatakan bahwa Andrie merupakan pejuang kemanusiaan yang baik. Bertahun-tahun dia melakukan advokasi dan pendampingan. Menurut dia, ancaman dan serangan yang ditujukan kepada Andrie sejatinya bukan hanya menyasar KontraS. Serangan itu dapat dimaknai sebagai teror kepada seluruh pejuang kemanusiaan yang vokal.
”Ini ancaman bukan cuma untuk Kontras, tapi untuk kita semua. Teman-teman pers, teman-teman mahasiswa, teman-teman buruh, teman-teman pelajar, teman-teman semuanya yang tidak pernah lelah memperjuangkan demokrasi,” tegasnya.
Serangan terhadap Andrie, lanjut Dimas, merupakan alarm penanda demokrasi hari ini sudah berada di titik nadir. Namun demikian, dia menyatakan bahwa KontraS akan selalu berada di garda depan dan terus berjuang. Dia memastikan, serangan yang dialami oleh Andrie tidak akan melemahkan perjuangan KontraS yang sudah berjalan puluhan tahun.
”Saya cuma mau bilang Kontras selalu mengalami sejumlah teror. Yang tentu ini perlu diusut, tentu pelakunya harus diusut. Kami meminta akuntabilitas penegakan hukum kepada negara. Kami meminta keseriusan negara untuk serius terhadap perlindungan hak asasi manusia,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus mendapat atensi dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Meski belum ada laporan kepolisian dari korban, polisi telah menerbitkan laporan polisi model A.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa laporan polisi model A tersebut bernomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya. Dengan dasar laporan polisi itu, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) memulai penanganan kasus tersebut.
”Dalam kesempatan ini yang perlu kami sampaikan bahwa bapak kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini,” kata Isir kepada awak media.
Sebagai bentuk atensi tersebut, Polri sudah mengambil beberapa langkah terkait dengan kasus itu. Diantaranya penanganan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengambilan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian. Dalam kasus tersebut, Polri menduga telah terjadi tindak pidana penganiayaan berat.
”Sebagaimana Pasal 467 ayat (2) dan atau 468 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” ujarnya.
Selain itu, Mabes Polri melalui Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya ikut mem-back up Polres Metro Jakpus dalam penanganan kasus tersebut. Menurut Isir, itu adalah salah satu bagian dari atensi pimpinan kepolisian terhadap peristiwa yang dialami oleh Andrie.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022