
Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Tidak hanya memberikan kesempatan kepada komika Pandji Pragiwaksono untuk menyampaikan klarifikasi pada Jumat (6/2), Polda Metro Jaya juga memanggil dan memeriksa dua orang opener pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea, Dany Beler dan Ben Dhanio.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa kedua komika tersebut sudah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai saksi. Menurut dia, pemeriksaan itu dilakukan untuk mendalami kronologi peristiwa dan menggali substansi acara sebelum Pandji tampil.
”Penyelidik telah memeriksa dua orang saksi, yakni DWN dan AAD,” kata Kombes Budi pada Kamis (5/2).
Sebagai opener atau komika yang tampil membuka pertunjukan Mens Rea, polisi menilai bahwa keterangan dari Dany Beler dan Ben Dhanio sangat penting. Utamanya dalam proses klarifikasi atas lima laporan kepolisian yang sudah dilayangkan oleh masyarakat.
”Pemeriksaan (Dany Beler dan Ben Dhanio) difokuskan pada klarifikasi penyelenggaraan acara, rangkaian kegiatan, serta materi yang disampaikan,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa, Polda Metro Jaya telah mengagendakan klarifikasi pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea. Komika Pandji Pragiwaksono diundang ke Polda Metro Jaya besok. Budi sudah memastikan hal itu. Menurut dia, Pandji dipanggil oleh instansinya sebagai saksi terlapor. Dia diminta klarifikasi atas beberapa laporan kepolisian yang dibuat di Polda Metro Jaya.
”Iya (Pandji dipanggil), undangan klarifikasi untuk Jumat, 6 Februari 2026 jam 10.00 WIB,” ungkap Budi pada Selasa (3/2).
Selain di Polda Metro Jaya, Pandji juga sudah diperiksa oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Dia menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim atas laporan terkait dengan salah satu pertunjukkan stand up Pandji pada 2013 silam. Laporan tersebut berkaitan dengan materi yang menyinggung adat serta budaya masyarakat Toraja.
Menurut Pandji laporan-laporan yang dibuat berkaitan dengan materi stand up yang dia bawakan adalah konsekuensi logis. Dia menyatakan bahwa respons setiap orang terhadap karya yang ditampilkan oleh dirinya tentu berbeda-beda. Termasuk respons dari para pelapor. Baik pelapor di Bareskrim Polri maupun di Polda Metro Jaya.
”Saya anggap konsekuensi logis saja. Saya ingin berkarya, saya punya materi stand up, semua orang bisa merespons. Responsnya bisa beragam,” kata dia.
Meski begitu, sejatinya Pandji membayangkan respons yang muncul ketika Mens Rea tayang di Netflix adalah masyarakat Indonesia merasa terhibur. Sebab, dia menekankan bahwa sejak awal pertunjukan itu dirancang sebagai hiburan untuk penonton. Namun demikian, dia tetap menerima berbagai respons yang muncul atas karya tersebut.
”Kalau akan menimbulkan respons tentu sudah diperkirakan. Tapi, saya memperkirakan respons terhibur. Bahwa pada akhirnya seperti ini, ya saya terima saja dan mungkin itu wajar. Siapa pun boleh punya pendapat terhadap karya saya,” ucap Pandji.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
