
Aparat kepolisian dari Polres Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyelidiki peristiwa siswa SD berinisial YRB bunuh diri. (Istimewa)
JawaPos.com - Aparat kepolisian dari Polres Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyelidiki peristiwa siswa SD berinisial YRB bunuh diri. Berdasar penyelidikan tersebut, polisi menyimpulkan bahwa penyebab anak berusia 10 tahun itu nekat mengakhiri hidup bukan karena tidak mampu membeli buku dan pena, melainkan karena sering dinasihati oleh orang tua.
Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino memastikan hal itu. Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Rabu (4/2), dia menyampaikan bahwa buku dan pena bukan penyebab YRB memutuskan bunuh diri. Dia menyatakan bahwa ada tekanan psikologis yang dirasakan oleh korban karena sering mendapat nasihat. Hal itu berbeda dengan informasi yang berkembang di publik belakangan ini.
”Fakta di lapangan (penyebab YRB bunuh diri) bukan karena alat tulisnya, melainkan karena sering dinasihati oleh orang tuanya,” kata dia.
Sebelum peristiwa bunuh diri terjadi, Andrey menyampaikan bahwa anak tersebut sempat mendapat nasihat dari orang tuanya. Dia diminta untuk tidak hujan-hujanan agar tetap sehat. Sebab, jika sakit, dia harus izin sekolah dan tidak masuk. Nasihat itu disampaikan karena anak tersebut sudah berulang tidak masuk sekolah dalam sepekan.
”Namanya orang tua memberikan nasihat, penerimaan anaknya mungkin merasa tersinggung atau bagaimana. Jadi, ceritanya bukan karena alat tulis, tetapi karena sering dinasihati oleh ibunya,” ungkap perwira menengah Polri dengan dua kembang di pundak tersebut.
Atas penyelidikan yang sudah dilaksanakan oleh pihak kepolisian, dia memastikan bahwa peristiwa itu murni bunuh diri. Pihaknya tidak menemukan tanda-tanda bekas tindak kekerasan pada jenazah YRB. Temuan tersebut diperkuat oleh hasil visum yang sudah dilakukan oleh tim medis. Karena itu, pihaknya menyimpulkan bahwa peristiwa itu memang terjadi atas dorongan dari dalam diri anak tersebut.
”Kami dapat menyimpulkan bahwa (peristiwa) ini memang murni dari niatan korban itu sendiri untuk mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Tetapi, kami juga tidak berhenti, kami tetap melakukan penyelidikan. Kemudian kami juga meminta keterangan dari yang lain mengenai faktor-faktor penyebabnya,” jelasnya.
Menurut Andrey, latar belakang keluarga YRB memang kompleks. Bukan hanya kondisi ekonomi yang memprihatinkan, keluarga anak itu juga tidak utuh. Selama ini YRB tinggal bersama neneknya. Sejak dalam kandungan ibunya, ayah biologis anak itu sudah tidak ada. Meski sudah mendapati fakta tersebut, dia memastikan pendalaman akan terus dilakukan agar peristiwa itu terungkap secara utuh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
