
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak lima mahasiswa dalam kunjungan kerja ke wilayah Indonesia Timur, pada Kamis (18/6). (Satwapres)
JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak lima mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dalam kunjungan kerjanya ke Desa Wolomoni, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mahasiswa yang turut serta berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Sanata Dharma, dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).
Dalam forum diskusi bersama guru dan orang tua murid di SD Negeri Wolomoni, Kamis (18/6). Gibran menjelaskan bahwa kehadiran para mahasiswa tersebut bertujuan agar mereka dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat di wilayah pelosok Indonesia, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Bapak ibu ini saya ajak Perwakilan dari mahasiswa. Kemarin banyak yang demo protes agar MBG ini distop, makanya hari ini mereka saya ajak ke area yang jauh dari Jakarta," kata Gibran.
Gibran juga meminta pandangan para guru dan orang tua murid mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski program tersebut belum berjalan di Desa Wolomoni, ia mendorong peserta diskusi untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.
"Bapak ibu ada yang tidak setuju mungkin dengan MBG? Nggak apa-apa ini kan diskusi bapak ibu. Kemarin saya dengan mahasiswa-mahasiswa yang demo itu bilang enggak setuju dan harus distop," ungkapnya.
Menurut Gibran, masukan dari masyarakat penting untuk memastikan bahwa program MBG benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di daerah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akses dan layanan dasar.
Dalam dialog tersebut, Gibran menegaskan program MBG memiliki peran strategis dan perlu terus dilanjutkan, terutama untuk mendukung kebutuhan gizi anak-anak di wilayah 3T.
"Saya pribadi ini harus dilanjutkan terutama di daerah 3T," tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah kekurangan. Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan tata kelola program agar lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Ia juga menyinggung kasus hukum yang menjerat pimpinan sebelumnya di Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai momentum untuk memperkuat pengawasan dan mencegah penyimpangan dalam pelaksanaan program.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
