
Ilustrasi police line.
JawaPos.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Tangerang Kota menggagalkan penyelundupan besar-besaran benih bening lobster (BBL). Sebanyak 30.000 ekor benih lobster jenis pasir ditemukan di sebuah gudang ilegal di kawasan Benda, Kota Tangerang.
Bisnis gelap yang merugikan negara miliaran rupiah ini terendus polisi berkat laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas di salah satu rumah mewah.
Digerebek Saat Packing Menuju Singapura
Penggerebekan dilakukan oleh Unit 4 Krimsus Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota di Perum Duta Gardenia Cluster Mediterania, Kelurahan Jurumudi, Kamis (25/12).
Di lokasi tersebut, polisi mengamankan dua pria berinisial AA, 31, dan AR, 29. Keduanya tak berkutik saat kedapatan tengah sibuk mengelola puluhan ribu benih lobster tanpa dokumen resmi. Rencananya, komoditas laut bernilai tinggi ini akan dikirim secara ilegal menuju Singapura.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari menegaskan, tindakan para pelaku merupakan pelanggaran serius di bidang perikanan.
"Dari hasil pemeriksaan di lokasi, kami menemukan ribuan benih bening lobster jenis pasir yang tidak dilengkapi dokumen resmi. Total sebanyak sekira 30.000 ekor BBL berhasil kami amankan," jelas Kombes Pol Jauhari.
Tak hanya ribuan ekor lobster, polisi juga menyita sejumlah alat pendukung untuk pengiriman luar negeri. Barang bukti yang diamankan meliputi empat koper besar, tabung oksigen untuk menjaga kelangsungan hidup benih, ponsel, hingga buku tabungan.
Praktik ilegal ini ditaksir menyebabkan kerugian negara yang mencapai angka Rp3,3 miliar.
"Pengungkapan ini merupakan komitmen Polres Metro Tangerang Kota dalam mendukung upaya perlindungan sumber daya kelautan dan perikanan, serta menindak tegas praktik ilegal yang merugikan negara," tambah Kapolres.
Saat ini, pihak kepolisian terus mendalami kasus ini melalui gelar perkara dan koordinasi intensif dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kedua pelaku kini terancam hukuman berat. Mereka disangkakan melanggar Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1) dan/atau Pasal 88 jo Pasal 16 ayat (1) UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, yang telah diubah ke UU RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Ancaman hukuman maksimalnya adalah 8 tahun penjara.
Guna mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian meminta warga untuk tetap waspada dan berani melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Masyarakat dapat menghubungi call center 110 atau layanan pengaduan WhatsApp Polres Metro Tangerang Kota di nomor 0822-11-110-110 secara gratis.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
