
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Senin (10/11). (Muhtamimah/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kasus penipuan online (scam) di Indonesia menimbulkan angka kerugian yang sangat luar biasa. Berdasar data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah meluncurkan Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Pasti), ternyata total kerugian masyarakat akibat berbagai modus penipuan online mencapai Rp 7,3 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkap, pihaknya telah menerima lebih dari 311 ribu laporan masyarakat sejak peluncuran Satgas Pasti. Laporan itu tidak hanya berasal dari dalam dalam negeri tetapi juga luar negeri.
"Ini sangat mengerikan. Uang sebesar Rp 7,3 triliun itu adalah uang milik pensiunan, janda, pekerja migran Indonesia, pelajar, ibu rumah tangga, dan guru. Mereka semua menjadi korban scam," kata Friderica dalam kegiatan Edukasi Keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jakarta, Senin (10/11).
Sebagaimana diketahui, OJK Indonesia Anti-Scam Center pada November 2024. Semenjak dibentuk itu, Indonesia Anti-Scam Center menerima 800 hingga 1.000 laporan penipuan online per hari. Khusus dari luar negeri yang masuk sekitar 150–200 laporan per hari. "Ini menunjukkan tingkat kerentanan masyarakat terhadap penipuan digital masih sangat tinggi. Kami terus melakukan edukasi, tapi masih banyak masyarakat yang tertipu," Friderica.
OJK mencatat modus penipuan yang paling banyak terjadi adalah transaksi jual beli online palsu. Pelaku menawarkan harga murah untuk menarik korban. Selain itu, penipuan mengaku pihak tertentu, penawaran kerja palsu, dan pinjaman online fiktif juga marak terjadi.
"Modus baru juga mulai banyak muncul, seperti love scam di media sosial. Pelaku berpura-pura menjalin hubungan lewat Instagram atau TikTok, lalu meminta uang dengan berbagai alasan. Korbannya kebanyakan masyarakat yang kesepian, terutama pekerja migran di luar negeri," terang Friderica.
Dia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap segala bentuk penawaran dan komunikasi mencurigakan. Masyarakat diminta tidak mudah percaya jika ada yang mengaku saudara atau teman meminta uang. "Sekarang banyak yang menggunakan teknologi seperti AI untuk meniru suara atau wajah," tambahnya.
OJK mendorong masyarakat untuk segera melapor jika mengalami penipuan digital. Pengaduan bisa dilakukan melalui Indonesia Anti-Scam Center atau kontak resmi OJK 157. "Laporkan setiap aktivitas mencurigakan. Jangan biarkan penipu terus mengambil kesempatan dari ketidaktahuan masyarakat," tegas Friderica. (mim)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022