Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mentelaah terlebih dahulu terkait laporan dugaan korupsi di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Korupsi ini terkait dengan proyek pembangunan Command Center serta renovasi Gedung A dan B Bawaslu tahun anggaran 2024.
Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, proses hukum di KPK harus melalui mekanisme yang ada. Penyaringan materi diawali dari Direktorat Pelayanan Laporan Pengaduan Masyarakat (PLPM) di Kedeputian Informasi dan Data (INDA).
"Laporan dulu ke PLPM atau Dumas, pengaduan masyarakat. Nanti dari sana dilihat dulu, kemudian dilengkapi dan lain-lainnya telaah," kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (22/10).
Jika ditemukan adanya indikasi korupsi, laporan akan dinaikan ke tahap penyelidikan. Oleh karena itu, publik diminta bersabar terhadap laporan yang masuk.
"Jadi kita sama-sama tunggu. Ini lebih awal dibandingkan penyelidikan gitu," imbuhnya.
Dalam perkara ini, organisasi Gerakan Arus Bawah Demokrasi (Gabdem) melaporkan Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dilaporkan ke KPK. Gabdem menilai ada dugaan korupsi pembangunan Command Center serta renovasi Gedung A dan B Bawaslu tahun anggaran 2024.
Gabdem menyampaikan, terdapat kerugian negara Rp 12,4 miliar dari nilai proyek Rp 715 miliar untuk renovasi gedung dan Rp 339 miliar untuk pembangunan Command Center.
"Kami telah melaporkan kasus ini kepada pihak Dumas KPK," kata Koordinator Gabdem, Guntur Harahap.
Sementara itu, Rahmat Bagja membantah terlibat dalam korupsi ini. Proses pelaksanaan proyek dipastikan sudah sesuai undang-undang.
“Hal-hal yang berkaitan dengan yang dilaporkan mengenai dugaan tindak pidana tersebut tidak benar. Masalah temuan-temuan, sudah diselesaikan menurut ketentuan perundang-undangan," pungkas Bagja.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
