Foto udara salah satu lahan tambang batu di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Banyak pekerjaan rumah yang diharus diselesaikan Pemerintahan Presiden Prabowo. Pembenahan harus dilakukan di semua sektor demi mewujudkan negara yang mampu berdikari dalam ekonomi dan berdaulat.
Salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah saat ini, yakni melawan kartel di bidang ekonomi atau sektor strategis nasional.
Pengamat politik dari IAIN Sultan Amai Gorontalo Sahmin Madina melihat Kabinet Merah Putih yang dipimpin Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka sedang memiliki agenda besar. Yaitu, memerangi praktik kartel dan mafia ekonomi yang selama ini menguasai sektor-sektor strategis nasional.
Upaya itu sedang dijalankan oleh pemerintah dengan komando Presiden Prabowo Subianto. Hal itu merupakan sebagai langkah nyata membangun kedaulatan ekonomi bangsa.
“Selama ini kartel hidup bebas karena lemahnya pengawasan dan keberanian politik. Presiden Prabowo memutus rantai itu dengan tindakan nyata. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi soal keberpihakan kepada rakyat kecil,” kata Sahmin kepada wartawan pada Minggu (19/10).
Menurut dia, kebijakan Prabowo yang mulai menertibkan praktik mafia di sektor migas, tambang, dan pangan menunjukkan arah pemerintahan yang serius memberantas distorsi ekonomi. Apalagi laporan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang sudah mengungkap potensi kerugian negara dari praktik mafia migas mencapai lebih dari Rp 271 triliun per tahun.
“Langkah audit besar-besaran di sektor energi dan pertambangan yang digagas Presiden Prabowo adalah bukti keberanian. Begitu juga pembenahan lahan sawit yang berada dalam kawasan hutan lindung dan penertiban tambang ilegal. Semua itu tanda bahwa negara tidak lagi tunduk pada kepentingan segelintir kelompok,” jelasnya.
Sahmin menilai keberanian Presiden Prabowo sejalan dengan semangat Trisakti Bung Karno, yakni berdikari dalam ekonomi dan berdaulat dalam politik. “Prabowo sedang menjalankan amanat sejarah, dengan mengembalikan kendali ekonomi nasional ke tangan rakyat, bukan pada kartel yang mengeruk keuntungan dari keringat bangsa,” ujarnya.
Untuk itu, masyarakat diajak ikut memberikan dukungan terhadap kebijakan tegas Pemerintah. Sebab, melawan kartel berarti melawan struktur ekonomi lama yang sudah mengakar. “Presiden Prabowo tidak bisa berjuang sendiri. Akademisi, mahasiswa, dan rakyat harus berdiri bersama. Ini perjuangan untuk masa depan bangsa,” tegasnya.
Sejak awal 2025 pemerintah telah memperkuat sistem pengawasan dan koordinasi antarinstansi dalam penindakan praktik mafia. Upaya itu sudah mulai terasa hasilnya dengan stabilisasi harga pangan dan peningkatan pendapatan petani serta nelayan.
“Dulu kartel bisa seenaknya memainkan harga, sekarang tidak bisa seenaknya lagi. Negara hadir kembali untuk melindungi rakyat,” tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
