Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah bersama Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mabes TNI, Jumat (5/9) . (Polri)
JawaPos.com - Mabes TNI menegaskan bakal menghukum setiap prajurit yang terbukti melakukan kesalahan. Apalagi sampai terlibat dalam kasus pembunuhan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah saat ditanya mengenai langkah Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan kepala cabang (kacab) bank BUMN Cempaka Putih.
Freddy menyampaikan bahwa sampai hari ini pihaknya belum menerima informasi resmi dari Polda Metro Jaya mengenai dugaan keterlibatan prajurit TNI dalam kasus tersebut. Terkait dengan langkah yang sudah diambil oleh Pomdam Jaya/Jayakarta, pihaknya menyerahkan hal itu kepada Pomdam Jaya/Jayakarta dan TNI AD. Termasuk yang terkait dengan perkembangan informasi dalam proses hukum di satuan tersebut.
”Perlu kami tegaskan bahwa TNI sangat serius menanggapi setiap dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan prajurit, apalagi jika berkaitan dengan tindak pidana berat seperti pembunuhan. TNI berkomitmen, siapa pun prajurit yang memenuhi unsur-unsur pelanggaran Hukum, terbukti melakukan pelanggaran atau tindak pidana akan diproses secara tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” ungkap Freddy pada Rabu (10/9).
Komandan Pomdam Jaya/Jayakarta Kolonel CPM Donny Agus membenarkan ada dugaan keterlibatan prajurit TNI dalam kasus penculikan dan pembunuhan yang kini tengah ditangani oleh Polda Metro Jaya tersebut. Pihaknya tengah melakukan pendalaman atas dugaan tersebut.
”Betul, saat ini sedang kami dalami terkait dugaan keterlibatannya,” ungkap perwira menengah (pamen) TNI AD dengan tiga kembang di pundak itu.
Kasus itu terungkap setelah aparat kepolisian mendapat laporan dari masyarakat di wilayah Bekasi ihwal temuan jenazah misterius pada Kamis (21/8). Belakangan diketahui bahwa jenazah itu adalah Mohammad Ilham Pradipta, kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih yang diculik pada Rabu (20/8).
Video rekaman Closed Circuit Television (CCTV) menjadi bukti bahwa Ilham diangkut paksa oleh beberapa orang tidak dikenal dari salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Timur. Dia dibawa oleh orang tidak dikenal itu setelah rapat bersama beberapa orang.
Untuk mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan tersebut, Polda Metro Jaya telah mengamankan 15 orang. Pada Selasa (26/8) Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman. Selain memeriksa 15 orang tersebut, penyidik juga mencocokan barang bukti yang sudah mereka temukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
