Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 02.09 WIB

Duka Cita dari PSI atas Meninggalnya Affan Kurniawan, Percaya Polisi Bersikap Profesional

Prosesi pemakaman pengemudi ojek online Affan Kurniawan ke TPU Karet Bivak di Jakarta, Jumat (29/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Indonesia, Jakarta khususnya sedang berduka. Buntut dari insiden tewasnya Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) pada kericuhan atas demo di kawasan DPR pada Kamis (28/8) malam.  

Pengemudi ojol 21 tahun itu sudah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8) siang tadi. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) turut menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya driver yang disebut sedang mengantar makanan pesanan pelanggan itu. 

"Kami sangat berduka dengan meninggalnya Mas Affan Kurniawan kemarin. Kami percaya pihak kepolisian akan bersikap profesional dalam penyelidikan kasus ini dan menjatuhkan sanksi kepada yang bersalah," kata Juru Bicara DPP PSI Andy Budiman dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8). 

Andy meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan atau mengeluarkan pernyataan yang kontraproduktif. "PSI percaya masyarakat punya daya nalar yang kuat dan tidak akan terpancing. Mari kita jaga Indonesia yang kita cintai," ujarnya. 

Sebelum Tewas Dilindas Brimob, Affan Sampaikan Ingin Bahagiakan Orang Tua yang Kini Tak Punya Penghasilan 

Diberitakan sebelumnya, ternyata Affan Kurniawan telah putus sekolah sejak kelas 1 SMK karena keterbatasan ekonomi. Diketahui Affan tewas saat terjebak dalam aksi demonstrasi di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8). 

"Ya sebenarnya ini udah lima, enam tahun (ngojek). Udah gak sekolah lagi itu. Karena pernah masuk di SMK, di sini kan gak kuat bayar, dikeluarin sama sekolahnya," ujar kakek Affan, Fachrudin, 73, kepada wartawan, Jumat (29/8). 

Dia menyebut Affan di-drop out sekolah sejak kelas 1 SMK karena tidak mampu membayar biaya sekolah. Setelah itu, pemuda itu mencari penghasilan dengan menjadi driver ojol. "Iya, di-DO sama sekolahnya karena gak mampu bayar," ucapnya. 

"Yang jelas cuma punya ijazah SMP," sambung Fachrudin. 

Setelahnya, Affan hanya fokus bekerja dan membantu keluarganya yang masih memiliki adik perempuan bernama Wulan. Termasuk membantu penghasilan keluarga karena sang ayah sudah tak bekerja. 

"Membantu ekonomi keluarga. 

Karena masih punya adik, yang namanya Wulan. Satu-satunya perempuan. Almarhum nih, tengah-tengah yang nomor 2. Tiga bersaudara," pungkasnya.  

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore