
Anggota keluarga membawa foto almarhum Arya Daru Pangayunan, Diplomat Ahli Muda Kemenlu RI, di rumah duka di Jalan Munggur, Bantul. (Guntur Aga/Radar Jogja)
JawaPos.com - Kekecewaan pihak keluarga Arya Daru Pangayunan terhadap penanganan kasus tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong pihak keluarga buka suara. Mereka meminta agar panglima TNI turun tangan dalam menangani kasus tersebut. Permintaan tersebut disampaikan oleh keluarga Arya Daru di Jogjakarta pada Sabtu (23/8).
Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima informasi apapun. Baik yang disampaikan secara lisan maupun secara resmi. Dia pun mengingatkan bahwa kasus tersebut merupakan ranah aparat kepolisian. Dalam hal ini Polda Metro Jaya.
”Sampai detik ini, panglima TNI belum ada menerima informasi itu. Baik secara resmi maupun lisan, terkait permintaan itu. Ya tentunya kalau memang minta bantuan, kami siap. Tapi, tergantung lagi, apa kemampuan TNI yang bisa diperbantukan untuk itu. Selama ini kan sudah ranah kepolisian. Saya rasa sudah cukup ya,” ucap Kristomei pada Senin (25/8).
Lebih lanjut, Kristomei menyampaikan bahwa sebagai tentara, pihaknya tentu mengikuti setiap perintah. Selama sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku, mereka akan melaksanakan perintah tersebut. Namun demikian, jenderal bintang dua TNI AD itu menyatakan, sejauh ini belum ada arahan apapun berkaitan dengan kasus tersebut.
”Kalau tentara itu kan sifatnya melaksanakan perintah. Sumpahnya kan gitu. Sumpah prajurit yang ketiga itu, tidak membantah perintah atau perutusan. Kami kerjakan apa yang bisa TNI berikan, untuk membantu, pasti kami bantu,” imbuhnya.
Dikutip dari pemberitaan Radar Jogja, Subaryono selaku ayah kandung Arya Daru menyampaikan bahwa dia dan keluarga memohon agar perintah turun tangan dalam menangani kasus kematian putranya. Dia memohon kepada Presiden Prabowo Subianto dan instansi terkait lain agar ikut ambil bagian mengungkap kematian Arya Daru.
”Kami mohon bapak presiden menginstruksikan kapolri, panglima TNI, menteri luar negeri, dan jajaran terkait untuk membantu menjelaskan kepada kami tentang misteri meninggalnya anak kami,” kata dia.
Subaryono pun mengungkapkan, Arya Daru merupakan putra semata wayangnya. Kehadiran Arya Daru di tengah keluarga sudah lama dinantikan. Apalagi Arya juga meninggalkan seorang istri dan dua anak. Keluarga Arya Daru menaruh harapan besar kepada diplomat muda Kemlu tersebut. Kehilangan Arya merupakan duka yang sangat dalam bagi keluarga.
”Dia (Arya Daru) lahir setelah kami tiga kali mengalami keguguran. Dia anugerah buat kami,” ujarnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
