
Tersangka kasus korupsi pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang juga Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya ketidaksinkronan laporan harta kekayaan milik Irvian Bobby Mahendro Putro, pejabat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dijuluki sebagai 'sultan' di lingkungan Kemnaker RI. Irvian merupakan Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3, yang kini menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 2 Maret 2022, Irvian hanya tercatat memiliki total harta Rp 3,9 miliar. Namun, dalam konstruksi perkara yang ditangani KPK, Irvian diduga menerima aliran dana hingga Rp 69 miliar, dari total dugaan gratifikasi sebesar Rp 81 miliar.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengamini adanya perbedaan mencolok antara LHKPN dan hasil temuan penyidik. "Jumlah asetnya tidak sinkron dengan temuan awal dalam kegiatan tangkap tangan ini," kata Budi dikonfirmasi, Senin (25/8).
Ia memastikan KPK akan terus menelusuri aliran uang, serta aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Mengingat, KPK menyita berbagai aset dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat 11 orang sebagai tersangka, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer.
KPK menyita 15 mobil dan tujuh motor. Namun, dari jumlah itu, 12 mobil dan enam motor disita dari tangan Irvian. Salah satu barang bukti mencolok adalah motor gede (moge) Ducati Scrambler berwarna biru dengan pelat nomor B 4225 SUQ, yang diduga diberikan Irvian kepada Immanuel Ebenezer. Ducati tersebut kini masuk daftar alat bukti perkara.
Sementara, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak memastikan, penyidik akan mendalami setiap fakta dan keterangan yang terungkap dalam penyidikan kasus ini. "Penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU) akan mempelajari setiap fakta perbuatan dari keterangan yang diperoleh saksi, ahli, tersangka," ujar Tanak.
Dalam LHKPN yang dilaporkan, Irvian hanya mencatat satu aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp 1,27 miliar, satu mobil Pajero Rp 335 juta, harta bergerak lain Rp 75,2 juta, serta kas dan setara kas Rp 2,2 miliar.
Ia tidak melaporkan kepemilikan surat berharga maupun utang. Perbedaan besar antara laporan dan temuan penyidik membuat KPK semakin menaruh perhatian pada peran Irvian dalam skandal gratifikasi ini.
Sebelumnya, KPK menetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel sebagai tersangka kasus dugaan korupsi berupa pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Selain Noel, terdapat delapan pejabat di lingkungan Kemnaker dan dua pihak swasta yang ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka di antaranya Irvan Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 tahun 2022–2025; Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022–2025; serta Anitasari Kusumawati selaku Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja 2020–2025.
Selanjutnya, Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020–2025; Fahrurozi selaku Dirjen Biswanaker dan K3 pada Maret 2025–sekarang; Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan 2021–2025; Sekarsari Kartika Putri dan Supriadi selaku Koordinator; serta dua pihak swasta Temurila dan Miki Mahfud dari PT KEM Indonesia.
Penetapan tersangka ini dilakukan usai KPK menggelar OTT terhadap Noel, pada Rabu (20/8) malam. Seluruh tersangka kemudian ditahan selama 20 hari pertama, terhitung 22 Agustus hingga 10 September 2025, di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK Gedung Merah Putih.
Mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
