
Ilustrasi judi online. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com-Penangkapan lima pemain judi online (judol) di Bantul, Jogjakarta menuai sorotan tajam dari publik. Bukan hanya netizen, akademisi hingga selebritas turut mempertanyakan kenapa bandarnya tak ikut diseret?
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mendesak agar polisi turut menangkap para bandar judi online, bukan hanya para pemain. Pemberantasan judi online sudah sama mendesaknya dengan pemberantasan korupsi.
"Kalau Presiden Prabowo itu punya asta cita, salah satunya memburu koruptor sampai ke Antartika karena bagian dari penegakan hukum, anti korupsi begitu," ujar Adib kepada JawaPos.com, Senin (4/8).
"Harusnya memburu bandar judi ini menjadi urgensi yang sangat mendesak juga. Dan ini harus diterjemahkan menjadi skala prioritas utama bagi penegakkan hukum, terutama institusi kepolisian," tegas dia.
Adib menyoroti bahwa dampak judi online sangat besar, terutama pada masyarakat miskin atau berpenghasilan rendah. Dia menyebut perputaran uang dalam bisnis ilegal ini mencapai triliunan rupiah.
"Sudah diperkuatkan dengan data-data negara-negara yang terpapar judi itu, Indonesia salah satu terbesar. Maka dari itu saya katakan, skala prioritas negara ini bukan hanya pengusutan korupsi, tapi judi ini luar biasa," tegas Adib.
Adib mengingatkan, jika aparat tak serius menindak judi online, masyarakat bisa berpikir liar. Apalagi, kecurigaan masyarakat telah terbukti dengan adanya sejumlah tersangka yang ditetapkan berasal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), yang ikut membekingi situs Judi Online.
Menurut dia, ketidaktegasan ini bisa merusak citra Polri secara permanen. Apalagi teknologi pemblokiran situs seharusnya bukan hal sulit bagi negara sebesar Indonesia.
"Selanjutnya masyarakat berasumsi lagi, Oh ini karena dibackup oleh oknum-oknum yang ada di institusi negara, terutama polisi. Ya wajar masyarakat berasumsi seperti itu karena penindakkannya memang masyarakat melihat tebang pilih begitu," terang Adib.
Adib menyarankan agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberdayakan personel yang memiliki rekam jejak baik dan berintegritas. Di antaranya para eks pegawai KPK. Jika hal ini tidak segera dilakukan, asumsi publik yang liar bisa menjadi kebenaran sosial.
"Kapolri itu kan punya tim yang dulu dari KPK itu, ada Novel Baswedan CS. Kasih ke mereka tuh. Orang-orang yang masih punya integritas tinggi. Memburu mafia tanah, memburu koruptor, memburu bandar judi online," tutur Adib.
Sorotan terhadap penindakan judi online juga datang dari kalangan artis. Penyanyi Kunto Aji menyampaikan sindiran lewat akun Threads miliknya.
“Cuma nanya, ini kan yang dirugiin bandar ya? Yang lapor siapa?” tulis Kunto Aji, dikutip Senin (4/8).
Komentar tersebut mendapat banyak dukungan dari netizen yang mempertanyakan logika hukum dalam kasus ini.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
