Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 20.34 WIB

Enggan Komentari Informasi di Medsos National Security Agency, Polda Metro Jaya Minta Masyarakat Lebih Bijak di Sosial Media

Arya Daru Pangayunan (ADP), 39, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. (Radar Jogja).

JawaPos.com - Akun media sosial (medsos) @nationalsecurity.id mengunggah sejumlah informasi berkaitan dengan kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bernama Arya Daru Pangayunan. Atas informasi tersebut, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan. Mereka juga meminta agar masyarakat lebih bijak saat bermedia sosial. 

”Jadi, kami juga berpesan kepada masyarakat, mohon disampaikan agar bijak bermedsos. Namun, setiap informasi sekecil apapun itu akan menjadi bahan pertimbangan penyelidik untuk melengkapi fakta dalam mengungkap peristiwa ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.

Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menyampaikan bahwa sampai saat ini penyelidikan masih berjalan. Pihaknya mengungkap temuan jenazah Daru dengan pendekatan scientific crime investigation. Ade Ary memastikan, hasil penyelidikan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun secara hukum.

”Nanti saat pemeriksaan sudah selesai semua, tadi ada beberapa ahli yang dilibatkan, nanti kan hasilnya ada. Beberapa hasil sudah ada di tangan penyelidik. Ya beberapa hasil (pendalalam) ahli. Tapi, beberapa belum, nanti setelah lengkap semua akan dijelaskan,” kata dia.

Terkait dengan informasi yang kerap diunggah oleh @nationalsecurity.id benar atau informasi hoax, Ade Ary menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa banyak komentar. Namun, bukan tidak mungkin hal itu turut didalami. Dia mengakui bahwa saat ini zaman sudah berubah. Dan media sosial menyertai perubahan zaman tersebut. 

”Saya tidak bisa menyampaikan atau tidak bisa mengomentari, yang jelas itu adalah bagian yang akan didalami nanti oleh penyelidik. Karena zamannya medsos sudah seperti itu, makanya kami imbau agar bijak bermedsos, hati-hati. Kami menghaturkan terima kasih juga kepada semua pihak yang aktif memberikan informasi. Kami pun menampung setiap informasi yang ada, yang beredar di masyarakat,” bebernya. 


Namun demikian, Ade Ary menegaskan kembali, penyelidik Polda Metro Jaya tidak boleh keluar dari pedoman dan prinsip-prinsip penyelidikan. Yakni pengungkapan kasus berbasis ilmiah dengan pendekatan scientific crime investigation. Karena itu, penyelidik melibatkan para ahli. 

”Kami harus rigid, harus hati-hati, agar proses ini dapat kami bertanggung jawabkan,” kata dia. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore