
Penyanyi Hendra Samuel Simorangkir alias Sammy Simorangkir saat memberikan kesaksian dalam sidang Gugatan UU Hak Cipta di Gedung MK, Jakarta, Selasa (22/7). (Youtube)
JawaPos.com – Penyanyi ternama, Hendra Samuel Simorangkir alias Sammy Simorangkir, memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan gugatan uji materiil Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Sammy memberikan kesaksian bersama Lesti Kejora di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (22/7).
Gugatan itu dilayangkan oleh Nazril Irham (Ariel Noah) bersama 28 musisi lainnya, dengan nomor perkara 28/PUU-XXIII/2025.
Sammy mengaku pernah mengalami ketidakpastian hukum yang membuatnya tidak nyaman dan merasa kehilangan rasa aman sebagai seorang pelaku penyanyi profesional.
“Saya adalah seorang pelaku pertunjukan yang telah berkarya lebih dari dua dekade serta mungkin dikenal publik sebagai di waktu yang lalu sebagai mantan atau pendiri dan vokalis utama grup musik band Kerispatih,” kata Sammy dihadapan majelis hakim konstitusi.
Ia menjelaskan, dirinya pernah menjadi bagian penting dari proses kreatif dan popularitas lagu-lagu Kerispatih yang masih dikenal hingga saat ini. Namun, ia justru harus menghadapi larangan untuk membawakan lagu-lagu yang ikut dibesarkannya.
“Jauh sebelum ada masalah ini berlangsung, saya pernah dilarang secara lisan untuk menyanyikan lagu-lagu Kerispatih kecuali jika saya membayar Rp 5 juta per lagu,” ungkap Sammy.
Larangan itu disampaikan oleh pihak band Kerispatih yang diduga dilakukan atas permintaan saudara Badai, pencipta utama lagu-lagu tersebut. Anehnya, setelah Badai sendiri keluar dari Kerispatih, ia justru melayangkan somasi kepada band Kerispatih dan Sammy secara pribadi terkait hak menyanyikan lagu ciptaannya.
Menurut Sammy, Badai bahkan menyodorkan perjanjian tertulis yang mewajibkan dirinya dan Kerispatih membayar 10 persen dari honor off air jika membawakan lagu-lagu tersebut.
“Saya secara pribadi tidak pernah menyetujui ketentuan tersebut dan memilih untuk tidak menindaklanjutinya,” tegasnya.
Sammy menilai tafsir sepihak mengenai kewenangan atas lagu-lagu tersebut, justru berujung pada ketidakadilan dan menciptakan ancaman hukum bagi pelaku pertunjukan.
“Padahal suara saya adalah versi yang masih digunakan dan diperdengarkan di berbagai platform radio, mal, dan swalayan hingga hari ini,” urainya.
Ia menekankan, dirinya merupakan bagian dari rekaman asli yang membuat lagu-lagu tersebut dicintai masyarakat. Karena itu, tidak seharusnya diperlakukan seolah-olah tak memiliki kontribusi hukum terhadap karya-karya tersebut.
Sammy juga menyayangkan, polemik ini telah bergeser dari semangat kolaboratif menjadi dominasi sepihak oleh pihak-pihak tertentu.
“Kami para penyanyi sangat menyadari dan sangat-sangat mengakui bahwa keberhasilan kami tidak lepas dari kekuatan lagu yang kami bawakan. Namun sekarang lagu yang kami hidupkan melalui suara dan emosi, justru menjadi sumber ancaman hukum,” ucapnya.
Sammy turut menyoroti ketimpangan struktural yang terjadi akibat penerapan Undang-Undang Hak Cipta saat ini. Ia menilai, jika tafsir eksklusif terhadap hak cipta terus dibiarkan, bukan tidak mungkin pelaku-pelaku pertunjukan lain seperti gitaris atau drummer juga akan melarang satu sama lain, menciptakan ruang pertunjukan yang penuh pembatasan dan konflik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
