Ilustrasi penembakan. (doc.Pixabay/Antara)
JawaPos.com – Keluarga korban penembakan tiga anggota polisi saat penggerebekan judi sabung ayam di Kabupaten Way Kanan, Lampung, menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (4/7).
Hotman pun angkat bicara soal perkembangan kasus tersebut. Ia mendesak agar Pengadilan Militer Palembang tidak mengalihkan fokus dari fakta utama, yakni pembunuhan yang merenggut nyawa tiga aparat kepolisian.
"Fokus ke arah penembakannya, menggali kenapa terjadi penembakan, apakah itu pembunuhan berencana atau tidak, apakah sudah direncanakan, kenapa ada senjata pada saat itu sudah siap untuk dipakai," ujarnya di Kelapa Gading, Jumat (4/7).
Hotman menegaskan, perkara ini bukanlah soal tindak penyuapan. Melainkan, kasus penembakan yang menyebabkan kematian tiga polisi.
“Jangan terlalu berfokus ke arah apakah polisi melakukan SOP, apakah polisi menerima setoran. Karena ini bukan perkara sogok-menyogok, ini perkara tentang penembakan yang menyebabkan matinya tiga polisi,” kata Hotman.
Hotman pun meminta Panglima TNI, Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) untuk memberikan atensi dan mengawasi jalannya persidangan tersebut.
“Jadi sekali lagi himbauan kami itu kepada Panglima TNI, kepada KASAD dan juga kepada Majelis Hakim Pengadilan Militer di Palembang, agar peradilannya fokus ke arah apa motif penembakan, apakah itu pembunuhan berencana atau tidak. Bukan mencari-cari kesalahan oknum polisi yang kebetulan tiga-tiganya sudah almarhum,” ucapnya.
Tim Hotman 911 sekaligus Kuasa hukum keluarga korban Putri Maya Rumanti menilai, proses persidangan hanya menggali kesalahan standar operasional prosedur (SOP) kerja para anggota Polri khususnya terkait soal adanya setor menyetor.
"Jadi, nggak ada sama sekali kita lihat keberpihakan atau membantu menggali ada apa perbuatannya, kemudian kenapa dia melakukan itu tidak sama sekali tergali," tambahnya.
Diketahui, persidangan Pengadilan Militer I-04 Palembang dengan terdakwa Kopral Kepala (Kopka) Basarsyah dan Pembantu Letnan Satu (Peltu) Lubis masih berlangsung.
Peltu Lubis dijerat pasal perjudian. Sementara Kopka Basarsyah dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata api.
Adapun ketiga anggota polisi yang menjadi korban ialah Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus, dan Bripda Ghalib.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
