Proses pemusnahan bom di Garut, Jawa Barat yang menewaskan sejumlah warga dan anggota TNI. (Istimewa).
JawaPos.com - Keterlibatan masyarakat sipil dalam pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu atensi TNI AD. Tim Investigasi yang mereka turunkan untuk mendalami insiden ledakan pada 12 Mei lalu menemukan penyebab banyak masyarakat sipil yang menjadi korban meninggal dunia. Total ada 9 orang masyarakat sipil kehilangan nyawa dalam insiden itu.
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, masyarakat sipil dilibatkan terlalu jauh dalam pemusnahan amunisi kedaluwarsa tersebut. Seharusnya, mereka hanya dipekerjakan untuk urusan administrasi dan hal-hal ringan. Tidak sampai ikut menangani material-material yang dimusnahkan.
”Nah, 9 warga masyarakat ini secara bahu-membahu membantu mengangkat detonator ke dalam lubang (pemusnahan) itu, diterima oleh prajurit. Dan saat itulah kesalahan terjadi,” kata Wahyu kepada awak media di Jakarta.
Padahal, detonator apkir tersebut butuh perlakuan khusus. Harus ditangani oleh profesional atau para prajurit yang paham dan mengerti. Tidak boleh diperlakukan sembarangan. Sebab, detonator apkir sangat sensitif. Sehingga tidak bisa asal memperlakukan detonator-detonator tersebut.
”Karena yang membantu adalah masyarakat. Dituang, diterimakan oleh prajurit kita yang di dalam, disaksikan dan diawasi oleh tiga orang personel TNI AD yang di luar. Termasuk Kepala Gudang Pusat Munisi Kolonel Cpl Antonius Hermawan. Akhirnya ledakan itu terjadi,” sesalnya.
Karena itu, banyak masyarakat sipil menjadi korban. Sebab, mereka yang seharusnya tidak ada di sekitar lubang pemusnahan, berada di sana. Selain 9 orang masyarakat sipil, insiden tersebut juga merenggut nyawa 4 prajurit TNI AD. Termasuk Kolonel Antonius.
ledBaca Juga: TNI AD Ungkap Hasil Investigasi Ledakan Amunisi di Garut, Detonator Diperlakukan Tidak Semestinya
”Karena ada pelibatan masyarakat untuk membantu kegiatan tersebut yang masyarakat tidak tahu cara-cara itu. Sehingga saat terjadi ledakan, karena penanganan tidak semestinya, korban jatuh di sekitar lubang. Dan itu menjadi bahan evaluasi yang cukup tegas bagi pimpinan Angkatan Darat,” kata Wahyu.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
