Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 17.06 WIB

TNI AD Ungkap Hasil Investigasi Ledakan Amunisi di Garut, Detonator Diperlakukan Tidak Semestinya

Tempat lokasi ledakan amunisi di pantai Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5). (Antara) - Image

Tempat lokasi ledakan amunisi di pantai Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5). (Antara)

JawaPos.com - Investigasi mendalam sudah dilaksanakan oleh TNI AD untuk mengetahui penyebab ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat (Jabar) pada 12 Mei. Hasilnya, detonator Tim Investigasi TNI AD menemukan bahwa detonator diperlakukan tidak semestinya. Sehingga memicu terjadinya ledakan yang merenggut 13 nyawa. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkap hasil investigasi tersebut usai hadir dalam rapat antara TNI dengan Komisi I DPR pada Senin (26/5). Dia menyampaikan bahwa detonator yang dimusnahkan atau dihancurkan tersebut dalam kondisi expired atau kondisi apkir. 

”Tentu kondisinya itu ada ketidakstabilan dari konstruksi, rentan, dan perlakuannya itu memerlukan perlakuan yang hati-hati, perlu dilakukan oleh tenaga profesional,” kata dia kepada awak media. 

Lantas kenapa ledakan terjadi hingga menyebabkan 13 orang meninggal dunia? Wahyu menjelaskan bahwa detonator yang sudah apkir tersebut seharusnya ditangani dengan perlakuan khusus. Tidak bisa diperlakukan sembarangan. Sebab, keliru sedikit saja akibatnya fatal.  

”Tim Investigasi menemukan hasil bahwa ada pelibatan masyarakat di luar yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat. Jadi, dalam rangka penghancuran amunisi apkir itu, ada pelibatan masyarakat,” ujarnya. 

Padahal, mestinya keterlibatan masyarakat atau warga sipil dalam proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa tersebut hanya pada urusan administrasi dan urusan-urusan ringan lain. Misalnya menyediakan logistik makanan untuk para prajurit yang melakukan peledakan, menggali lubang, dan pembersihan lokasi. 

Dalam pemusnahan tersebut, masyarakat dilibatkan hingga proses pengangkatan material detonator dan boks detonator hingga ke dalam lubang penghancuran. Padahal, mereka tidak seharusnya melakukan tugas-tugas tersebut. Sebab, sebagaimana disampaikan olehnya, detonator apkir itu perlu perlakuan khusus. 


”Hasil investigasi menyatakan bahwa ledakan disebabkan karena perlakuan detonator yang tidak semestinya pada kondisi detonator afkir, expired,” imbuhnya. 

Setelah menemukan penyebab ledakan tersebut, TNI AD memastikan akan melakukan evaluasi ke dalam. Mabes TNI juga menyampaikan hal yang sama. Mereka tidak ingin peristiwa serupa kembali terulang. Apalagi sampai merenggut banyak nyawa.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore