
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Hariyanto menyampaikan bahwa perwira menengah berpangkat kolonel tidak punya hubungan bisnis dengan Ivan Sugianto (Puspen TNI).
JawaPos.com - Seorang desertir TNI bernama Hendri membuat heboh masyarakat Belitung. Usai menembak Serma Rendi, dia melarikan diri dari kejaran petugas.
Bahkan lolos dari kepungan Tim Gabungan TNI-Polri yang mengejarnya. Mabes TNI turut buka suara atas peristiwa itu. Mereka menyatakan bahwa TNI akan bertindak tegas kepada setiap pelanggar hukum.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Hariyanto menegaskan hal itu saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis (16/1).
Dia menegaskan bahwa TNI akan bertindak tegas kepada siapa pun. ”Saya memastikan bahwa TNI akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang melanggar hukum, termasuk prajurit aktif,” ungkap jenderal bintang dua TNI AD itu.
Hariyanto memastikan bahwa Mabes TNI dan Puspom TNI akan bekerja sama dengan Polri untuk mengejar dan menangkap Hendri.
Baca Juga: Bisnis Taksol Makin Sengit, Kemitraan BYD-Grab akan Sediakan 50 Ribu Armada EV Baru se-Asia Tenggara
”Mabes TNI dan Puspom TNI siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menangkap dan memproses Hendri sesuai aturan yang berlaku,” kata dia. Serma Rendi ditembak oleh Hendri pada Senin dini hari (13/1).
Akibatnya korban mengalami luka tembak di bagian punggung dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sebelum menjadi desersi, Hendri berpangkat Sertu. Dia kemudian meninggalkan dinas kemiliteran dan menjadi DPO sejak tahun lalu.
”Kami juga ingin menekankan bahwa TNI tidak akan mentolerir tindakan yang mencoreng nama baik institusi dan merugikan masyarakat,” kata Hariyanto.
Selain penembakan Serma Rendi, Hendri diduga telah melakukan beberapa perbuatan melawan hukum lainnya. Karena itu, Mabes TNI memastikan akan menangkan yang bersangkutan.
”Saat ini, langkah koordinasi dengan tim gabungan terus dilakukan untuk memastikan penanganan kasus ini berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegas Hariyanto.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
