
KPK menetapkan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - KPK menepis penetapan tersangka Rohidin Mersyah berbau politis. Lembaga antirasuah itu menegaskan bahwa penyelidikan soal kasus pungutan dan gratifikasi tersebut dilakukan sejak Mei.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun langsung menonaktifkan Rohidin sebagai gubernur Bengkulu setelah KPK menahannya pada Minggu (24/11) malam .
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, penangkapan Rohidin pada Sabtu (23/11) dilakukan setelah KPK menerima laporan sehari sebelumnya. Yakni, terkait dengan penyerahan sejumlah uang untuk kepentingan tim sukses Rohidin yang sedang maju dalam pemilihan gubernur Bengkulu.
Penyelidikan mulai Mei. Sementara itu, penggalangan dukungan sudah berlangsung pada Juni–Juli. Hal itu diketahui lewat rapat-rapat di jajaran Pemprov Bengkulu untuk memenangkan Rohidin.
”Jadi, apakah ada nuansa politis? Saya kira tidak. Karena saya sampaikan tadi, penyelidikannya bahkan sebelum pendaftaran calon,” katanya dalam konferensi pers Minggu (24/11) malam.
Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar sejak Sabtu pagi, KPK telah menyita sejumlah uang dari delapan orang yang diperiksa. Total duitnya mencapai Rp 7 miliar dari bentuk pecahan dolar Amerika, Singapura, dan rupiah. Uang-uang itu di antaranya juga sudah dimasukkan amplop bergambar Rohidin. Isi masing-masing amplop Rp 50 ribu.
Dari OTT tersebut, KPK menetapkan tiga tersangka. Yakni, Rohidin Mersyah selaku gubernur Bengkulu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu Isnan Fajri, dan Evriansyah alias Anca yang merupakan ajudan gubernur. ”Kepada ketiganya diterapkan pasal pemerasan dan gratifikasi,” katanya.
Alex memaparkan, permulaan pengumpulan dana itu dimulai sejak Isnan selaku Sekda mengumpulkan seluruh kepala OPD pada September–Oktober. Dari sana, Isnan menyebut Rohidin ingin maju dan membutuhkan dukungan.
Beberapa kepala OPD pun akhirnya menyetorkan sejumlah uang. Misalnya, Kadis Kelautan dan Perikanan Bengkulu Syafriandi menyetor Rp 200 juta. Sementara itu, Tejo Suroso selaku Kadis PUPR menyetorkan Rp 500 juta. Uang itu dikumpulkan dari potongan anggaran ATK, potongan SPPD, dan potongan tunjangan pegawai. Sementara itu, Evriansyah selaku ajudan berperan dalam mengumpulkan setoran duit miliaran itu kepada tim pemenangan Rohidin di Bengkulu.
Wakil Gubernur Jadi Plt
Terpisah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian langsung menonaktifkan Rohidin dari kursi gubernur Bengkulu. Sesuai ketentuan UU Pemda, kepala daerah yang berhalangan karena kasus hukum dapat dinonaktifkan. ”Nah, ketika ditahan, wakilnya tentu menjadi Plt gubernur,” ujarnya di kantor Kemendagri di Jakarta.
Pengangkatan Plt, lanjut dia, sudah dilakukan Minggu malam. Dengan gerak cepat tersebut, Tito berharap jalannya pemerintahan dan pelayanan di Provinsi Bengkulu tidak terganggu. ”Begitu saya mendapat kabar positif dari KPK bahwa ditahan, kami sudah mengeluarkan SK,” jelasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Idham Holik memastikan status Rohidin sebagai calon gubernur tetap sah. Sebab, meski ditangkap, status hukumnya belum inkracht. (elo/far/c19/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
