Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juni 2024 | 01.00 WIB

Muncul Alibi Pegi Setiawan Ada di Tempat Lain Saat Vina Cirebon Dibunuh, Otto Hasibuan: Ini Suatu Hal yang Serius

Otto Hasibuan.(MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)

 
 
JawaPos.com-Otto Hasibuan ikut angkat bicara dalam kasus dugaan pembunuhan Vina Cirebon dan Eky dalam peristiwa yang terjadi pada 27 Agustus 2016 silam di Cirebon Jawa Barat. Dia ikut menyoroti  Pegi Setiawan, salah satu tersangka DPO yang ditangkap Polda Jawa Barat di Bandung, beberapa waktu lalu.
 
 
Otto Hasibuan mengaku tidak mengikuti secara mendalam atas kasus ini. Namun dalam pemberitaan media dia mengetahui munculnya alibi yang menyatakan bahwa Pegi Setiawan ada di tempat lain pada saat meninggalnya Vina Cirebon dan Eky, berdasarkan kesaksian beberapa orang.
 
Kasus ini menjadi menarik karena akan kontra dengan dengan kesaksian dari saksi lain yang membuat pengakuan Pegi Setiawan ikut terlibat dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon. Jika alibi ini kuat, menurut Otto Hasibuan, dampaknya akan besar dalam kasus ini.
 
"Mengenal kan bukan berarti berbuat. Ini bukan soal kenal atau tidak kenal. Di sini apakah ada diantara saksi itu menyatakan Pegi ikut melakukan ? Kalau misalnya ada 8 orang saksi mengatakan Pegi berbuat, tapi ada juga saksi mengatakan Pegi ada di tempat lain, ini suatu hal yang serius. Harus dilihat apakah ada pemaksaan atau tidak. Tapi ini masih panjang," kata Otto di bilangan Senayan Jakarta, Senin (3/6).
 
Mertua Jessica Mila sangat berharap kasus pembunuhan Vina Cirebon dan Eky memang menghukum pelaku yang melakukan aksi pembunuhan. Jangan sampai ada orang tidak bersalah malah dijadikan 'tumbal' dianggap sebagai pelaku. 
 
"Kalau orang saksi yang menjadi alibi menyatakan pada waktu bersamaan pada waktu terjadinya pembunuhan Pegi tidak berada di tempat, tapi ada di tempat lain. Kalau ini bisa dibuktikan, tidak ada pilihan lain kecuali harus dibebaskan," paparnya.
 
Otto Hasibuan ikut mencermati kasus Pegi Setiawan karena dia melihat penderitaan Jessica Wongso yang tidak ada bukti kuat membunuh namun divonis bersalah. Otto tidak mau kasus yang sama terjadi pada Pegi. Selain itu, dia juga mendapati kabar anggota Peradi yang menangani kasus ini mendapat intimidasi.
 
 
"Saya lihat di televisi dia (Pegi) berani mengatakan bahwa saya tidak bersalah. Kalau dia berani mengatakan tidak bersalah, harus kita usut dimana tidak bersalahnya," tuturnya. (*)
 
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore