
Mantan Kepala Kantor Bea dan Cukai Jogjakarta Eko Darmanto mengenakan rompi tahanan KPK di pelataran gedung merah putih KPK, Jakarta, Jumat (8/12).
JawaPos.com – Eko Darmanto, mantan kepala Bea Cukai Jogjakarta, menggunakan rekening-rekening perusahaan yang dikendalikannya untuk menampung gratifikasi senilai Rp 23,5 miliar dari para pengusaha. Uang itu dia gunakan untuk membeli rumah, apartemen, tanah, mobil, motor gede, dan barang-barang mewah lainnya.
Fakta tersebut terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya kemarin (14/5). Jaksa penuntut umum KPK Luki Dwi Nugroho menjelaskan, gratifikasi sebanyak itu didapat Eko selama 12 tahun menjadi penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) bea cukai.
Dengan kewenangannya tersebut, Eko bertugas menyidik kasus-kasus tindak pidana kepabeanan dan cukai. Dia memanfaatkan perannya itu untuk mendapatkan gratifikasi dari para pengusaha.
Eko mengendalikan perusahaannya, PT Emerald Perdana Sakti (EPS), yang berafiliasi dengan lima perusahaan lain. ”Perusahaan-perusahaan tersebut digunakan untuk menerima uang-uang dari para pengusaha dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pengurusan dokumen kepabeanan yang menjadi kewenangan terdakwa Eko pada kantor bea dan cukai,” jelas Luki.
Uang gratifikasi itu digunakan Eko untuk membangun rumah di Perumahan Gading Pelangi Indah di Jakarta Utara serta membeli 6 bidang tanah di Tangerang dan Bogor, 2 apartemen, dan 2 rumah.
Selain itu, mobil Mini Cooper, Suzuki Baleno, BMW, Mercedes-Benz, Mazda, Toyota Fortuner, Jeep, 3 unit Chevrolet, Ford Dodge Fargo, 4 unit motor Harley-Davidson, motor Honda CB, dan 10 tas wanita berbagai merek ternama seperti Hermes dan Gucci. ”Dengan maksud atau tujuan untuk menyamarkan asal usul harta kekayaan,” ujar Luki.
Sementara itu, pengacara terdakwa Eko, Gunadi Wibakso, membantah bahwa harta kekayaan kliennya bersumber dari gratifikasi. Melainkan dari hasil bisnis perusahaan dan warisan dari orang tua.
”Semua harta yang dibacakan jaksa, sebagian barang dagangan yang memang sudah dirintis orang tuanya.
Seperti mobil dan Harley-Davidson. Itu diperoleh karena ada kerja sama bisnis dengan pihak-pihak yang disebutkan,” kata Gunadi. (gas/c7/ttg)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
