
Pengacara Jessica Wongso, Otto Hasibuan, mengungkapkan sejumlah langkah bakal ditempuh sebelum mengajukan PK ke Mahkamah Agung.
JawaPos.com - Perspektif publik bisa dibilang kian bergeser dalam melihat kasus kopi sianida Jessica Wongso. Hal itu lantaran publik menemukan dugaan banyak kejanggalan dalam kasus yang menewaskan Mirna Salihin tersebut.
Media sosial kini dipenuhi dengan komentar para netizen yang percaya Jessica Wongso tak bersalah. Meski, Mahkamah Agung (MA) secara tegas menyatakan bahwa Jessica bersalah. Jessica adalah pelaku pembunuhan Mirna. Hal itu tertuang dalam salinan putusan Peninjauan Kembali Jessica dengan nomor 69 PK/Pid 2018 yang diputus pada 3 Desember 2018.
Selain itu, Kejagug menegaskan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin oleh Jessica Wongso telah selesai dengan segala pembuktian dan pengujian yang dilakukan, sehingga tidak ada alasan dinyatakan ada kekeliruan atau kesalahan dalam keputusan hakim.
“Saya nyatakan bahwa kasus itu telah selesai, karena telah diuji lima kali dalam berbagai tingkatan pengadilan mulai dari pengadilan negeri, pengadilan tinggi, Mahkamah Agung, bahkan telah dua kali dilakukan upaya hukum luar biasa berupa PK (peninjauan kembali),” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana di Jakarta, Selasa (10/10).
Toh, hal itu tak menyurutkan dukungan sejumlah pengacara. Selain Otto Hasibuan yang memang pengacara Jessica saat kasus tersebut bergulir, ada pula kini Kamaruddin Simanjuntak.
Mereka tidak yakin bahwa Jessica Wongso bersalah dalam kasus kopi sianida. Hal itu lantaran jasad Mirna Salihin tidak dilakukan otopsi secara menyeluruh, melainkan hanya diambil sampel.
Meski mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Respons Jessica Wongso justru di luar dugaan. Menurut Otto Hasibuan, Jessica Wongso tak mau melihat tayangan terkait kasusnya yang kembali viral.
“Dia nggak mau nonton cerita tentang dia dan sebagainya," beber Otto Hasibuan dikutip dari kanal YouTube dr Richard Lee.
Dalam 2-3 tahun pertama, lanjut Otto, Jessica Wongso sendiri berupaya untuk melupakan kasus tersebut dengan bermeditasi. "Bahkan saya agak sedih juga tadi dia bilang bahwa selama dia di sana dalam 2-3 tahun pertama yang dia upayakan adalah bagaimana caranya melupakan semuanya, jadi katanya dia bisa melakukan itu, bersemedi, untuk bisa lupa gitu loh," ungkap Otto.
"Karena dia merasa itu suatu penderitaan yang luar biasa dan kalau itu nggak hilang itu, dia bilang ya dia akan susah," pungkas Otto.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
