
Ilustrasi pemerkosaan. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Kepolisian Resor Aceh Timur memburu 13 dari 16 orang terduga pelaku pemerkosaan terhadap seorang remaja putri berusia 16 tahun yang terjadi pada awal Agustus 2023. Ihwal adanya perburuan ini dikatakan Kepala Polres Aceh Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Andy Rahmansyah.
Andy mengatakan, dari 16 terduga pelaku rudapaksa atau pemerkosaan tersebut, tiga orang di antaranya sudah ditangkap. Dari tiga terduga pelaku tersebut, salah satunya masih di bawah umur.
"Seorang terduga pelaku berkasnya sudah masuk tahap dua, sedangkan dua pelaku masih ditahan di Mapolres Aceh Timur. Sementara 13 orang terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran," kata Andy didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur AKP Arif Sukmo Wibowo, dikutip dari Antara, Rabu (30/8).
Ihwal adanya peristiwa pemerkosaan itu berawal pada Sabtu, (5/8), sekira pukul 20.00 WIB, usai korban inisial LI dijemput seorang pelaku yang masih di bawah umur.
"Hingga tengah malam, korban belum pulang sehingga menimbulkan kekhawatiran dari keluarganya. Saat dihubungi melalui telepon seluler, korban menjawab segera pulang," kata Andy.
Akan tetapi, sampai keesokan harinya korban belum juga pulang, sehingga keluarga mencarinya. Pihak keluarga menerima kabar bahwa korban diamankan bersama dua temannya.
Mendapat kabar tersebut, orang tua korban langsung bergegas menjemput. Berdasarkan pengakuan korban, dirinya bersama teman yang menjemputnya telah berhubungan layaknya suami istri.
Baca Juga: Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya Diubah jadi Koalisi Indonesa Maju, PKB: Semakin Tidak Jelas!
"Bukan hanya teman yang menjemputnya tersebut, 15 orang lainnya juga ikut melakukan hal serupa terhadap korban. Dari pengakuan tersebut, keluarga korban melapor ke Polres Aceh Timur. Pihak keluarga juga menyerahkan pelaku yang menjemput korban," kata Kapolres.
Dari laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap dua pelaku lainnya berinisial RE ,19, dan MU ,24, sementara 13 orang terduga pelaku lainnya masih dalam pencarian dan pengejaran.
"Para pelaku disangkakan melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman hukuman cambuk sebanyak 200 kali dan atau penjara paling lama 200 bulan atau denda 1.500 gram emas murni," kata Kapolres.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
