Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Agustus 2023 | 17.01 WIB

Saat Masih Tinggal di Bandung, Pegawai PT KAI Terduga Teroris Dikenal Cerdas, tapi Jarang Bergaul

Warga berkumpul melihat rumah masa kecil terduga teroris DE, 28, usai Densus 88 menggeledah kediaman milik orang tua DE di RT 02 RW 20, Komplek Bumi Sari Indah, Kabupaten Bandung, Senin (14/8). - Image

Warga berkumpul melihat rumah masa kecil terduga teroris DE, 28, usai Densus 88 menggeledah kediaman milik orang tua DE di RT 02 RW 20, Komplek Bumi Sari Indah, Kabupaten Bandung, Senin (14/8).

JawaPos.com - DE, 28, terduga teroris yang berhasil ditangkap Densus 88 Antiteror ternyata dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang bergaul dengan warga di kediaman masa kecilnya, Komplek Bumi Sari Indah (BSI) Blok M, Rt 02 Rw 20 nomor 2, Desa Manggahang, Kabupaten Bandung. Karyawan PT KAI itu diamankan pada Senin siang (14/8) di kediamannya di Bekasi, Jawa Barat. Ia ditangkap lantaran diduga berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS. Buntut dari penangkapannya, rumah milik orang tuanya di Bandung juga digeledah oleh Tim Densus 88.

Menurut keterangan tetangganya, Rahmat, 53, pelaku adalah sosok yang jarang bergaul dengan warga di sekitarnya.

“Memang dia (DE) orangnya pendiam dan tidak terlalu aktif di kegiatan lingkungan. Berbeda dengan orang tuanya yang aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan,” kata Rahmat saat ditemui di kediamannya, Senin malam (14/8), seperti dilansir Radar Bandung (Jawa Pos Group).

Meski pendiam, DE juga dikenal cerdas di lingkungan tempat tinggalnya. “Kalau anaknya sendiri sepengetahuan saya memang cerdas dan pandai, cuma itu saja pendiam dan tidak aktif di lingkungan,” ucapnya.

Sikap pendiam DE semakin terasa saat dirinya diterima di salah satu BUMN. Bahkan, DE juga sangat jarang pulang ke rumah orang tuanya di Bandung.

“Paling ketemu kalau Lebaran saja, itu juga dia di rumah tidak pernah lama, jadi sangat jarang komunikasi,” jelas Rahmat.

Sementara itu, Ketua RT 02 RW 20, Idris mengatakan kediaman milik orang tua DE juga diperiksa Densus 88 guna mencari bukti tambahan terkait aktivitas DE di Bekasi.

“Benar ada pemeriksaan ke rumah orang tuanya di Blok M No 2. Yang datang kemungkinan ada 10 lebih polisi, tapi tidak jelas apa dari Densus atau bukan, soalnya sebagian pakai pakaian dinas polisi biasa dan sisanya berpakaian biasa, bukan hitam-hitam,” kata Idris.

Idris menjelaskan pemeriksaan berlangsung sekitar satu sampai dua jam, dan didampingi oleh ketua RW 20, beserta tokoh penting di lingkungannya. “Pemeriksaannya sore tadi dari jam setengah empat sore sampai jam setengah enam atau jam enam begitu,” ujarnya.

“Tadi saya lihat beberapa polisi membawa beberapa barang dari rumah dia, tapi saya kurang tahu apa saya yang diamankan. Saya tau satu barang saja, saya lihatnya itu kaya tabung gas untuk senapan angin gitu, itu juga salah satu yang dibawa, kalau lainnya saya kurang tau,” imbuhnya.

Idris menerangkan kediaman masa kecil DE saat ini hanya dihuni oleh ibu dan kakak DE. Sementara DE sendiri sudah pindah ke Bekasi sekitar lima atau enam tahun lalu.

“Kalau DE sendiri setahu saya sudah lama pindah, dan jarang ke rumah orang tuanya. Rumah yang di sini yang menempati cuma kakak dan ibunya saja,” pungkas Idris.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore