Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Agustus 2023 | 04.05 WIB

Kamarnya Diintip Kosong, Zidan Mahasiswa UI Dikira Nginep di Teman Ternyata Tewas Dibunuh

Tersangka pembunuh mahasiswa UI - Image

Tersangka pembunuh mahasiswa UI

JawaPos.com - Keluarga sempat mengira Muhammad Naufal Zidan tidak tidur di kos pada hari pertama tidak bisa dihubungi. Sebab, penjaga kos sempat mengintip ke sela-sela kamar Zidan dan terlihat kosong.

Paman Zidan, Fatoni mengatakan, pada hari pertama tak bisa dihubungi, dirinya menyuruh saudara lainnya untuk mengecek atas perminta ibu Zidan. Saat itu kamar seperti kosong lalu ditinggalkan lagi.

"Pada malam pertama ditelepon, penjaga kos sempat mengintip kamarnya, setelah diintip memang kosong, sepertinya korban tidak tidur di kosan, kita beranggapan korban tidur di temennya," kata Fatoni di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Sabtu (5/8).

Namun, Zidan tak kunjung ada kabar. Akhirnya keluarga meminta agar penjaga kos membuka kamar untuk dicek. Setelah dibuka ditemukan plastik besar hitam. Sempat dipegang dari luar dan terasa ada bagian kaki dan tangan.

Keluarga yang datang dan penjaga kos tidak melanjutkan pengecekan. Mereka memilih memanggil pihak kelurahan dan Polsek Beji. Sejak saat itu proses pengecekan dilakukan petugas.

"Akhirnya diputuskan pengecekan kamar kosnya," jelas Fatoni.

Sebelumnya, peristiwa pembunuhan menimpa mahasiswa Fakultas Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI) berinisial MNZ, 19. Dia ditemukan tewas di dalam kosannya di wilayah Kukusan, Beji, Kota Depok.

Wakasat reskrim Polres Metro Kota Depok AKP Nirwan Pohan mengatakan, kasus ini dilaporkan ke Polres pagi tadi Pukul 10.00 WIB. Mayat ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus plastik sampah dua lapis.

"Mayat terbungkus dalam plastik warna hitam, di bawah kolong tempat tidur. Dalam kamar itu berantakan, tapi terlihat sempat dibersihkan," kata Nirwan di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Jumat (4/8).

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil penyelidikan membuahkan hasil dengan menangkap pelaku berinisial AAB, 23, dalam waktu 3 jam.

Pelaku diketahui senior korban di kampus. "Adik kelas satu jurusan di Fakultas Sastra Rusia, korban adik kelas pelaku dan memang berteman saling mengenal," imbuh Nirwan.

Berdasarkan pemeriksaan, korban diduga tewas pada Rabu (2/8). Saat itu, korban tidak bisa dihubungi oleh keluarganya. Kemudian keluarga mengirim orang untuk mengecek korban di kosannya. Saat pintu dibuka, korban ditemukan tak bernyawa di dalam kantong plastik di kolong tempat tidur.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan beencana dan atau Pasal 351 ayat (5) KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal pidana mati.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore