
Para WNI korban TPPO di Myanmar akan dipulangkan ke Indonesia melalui Bangkok, Thailand, pada Senin (26/6/2023). (ANTARA)
JawaPos.com – Berbagai langkah sinergis tengah dilakukan pemerintah dalam perang melawan praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Langkah itu tak hanya berfokus pada pelaku, tapi juga penanganan korban.
Saat Polri sibuk melacak pelaku jual beli organ manusia, Kementerian Sosial (Kemensos) berfokus pada penanganan korban TPPO.
Plh Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengungkapkan, pihaknya bertanggung jawab dalam hal penanganan proses rehabilitasi sosial dan pemberdayaan sosial untuk para korban.
”Total per 20 Juli 2023 sudah ada 618 korban yang kami tangani,” ujarnya. Penanganan itu dilakukan 37 UPT Kemensos di seluruh Indonesia. Kebanyakan korban tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.
”Kami bertugas memulangkan mereka ke rumah masing-masing bekerja sama dengan Kemenlu. Namun, kami tampung dulu sementara di sentra dan balai kami,” sambungnya.
Berdasar hasil asesmen, terjadinya praktik TPPO disebabkan permasalahan ekonomi dan kondisi kemiskinan yang dialami korban. Mereka masuk kategori miskin dan miskin ekstrem. Atas alasan tersebut, kata dia, Kemensos memberikan layanan rehabilitasi sosial dan pemberdayaan sosial.
”Kami selesaikan pembayaran utang mereka, kemudian melakukan proses pemberdayaan kewirausahaan. Sebab, rata-rata semuanya terjebak dalam iming-iming uang, kemudian menjual organ tubuhnya,” papar Roben.
Tak hanya itu, Kemensos juga membantu biaya kesehatan hingga membuka akses korban pada program penerima bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (PBI JKN). Dengan cara itu, para korban bisa mendapat fasilitas layanan asuransi kesehatan.
Pemenuhan kebutuhan hidup layak juga diberikan kepada para korban. Sebab, mayoritas korban tidak lagi memiliki harta benda lantaran telah dijual untuk biaya keberangkatan ke luar negeri. Selain itu, mereka diikutsertakan dalam pelatihan vokasional dengan harapan bisa mandiri secara ekonomi.
”Berbagai upaya penanganan ini diharapkan bisa mengeluarkan mereka dari kondisi kemiskinan dan tidak lagi terjebak praktik TPPO,” katanya.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini pun telah memberikan perhatian serius terhadap kasus TPPO yang terus meningkat sepanjang periode 2020–2023. Dia turun langsung menyapa dan memberikan penguatan terhadap para korban di beberapa daerah. Terbaru, Mensos menyaksikan respons cepat Sentra ’’Efata’’ di Kupang dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Bencana dan Kedaruratan (KBK) terhadap kasus TPPO di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Korban TPPO di Kabupaten Manggarai Timur terdiri atas 5 orang dewasa dan 2 balita. Yakni, 1 pasangan suami istri bersama 2 balita, 1 orang dewasa yang masih memiliki hubungan kekerabatan, serta 1 pasang suami istri lainnya. Mereka mengaku mendapat tawaran bekerja di perkebunan sawit. Kenyataannya, mereka akan diberangkatkan secara ilegal ke luar negeri untuk pekerjaan yang belum jelas.
Untuk mendukung mereka secara ekonomi, Kemensos memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Misalnya, untuk keluarga Narsisius Madi, bantuan Atensi yang disalurkan mencapai Rp 18.195.850. Bantuan tersebut terdiri atas bantuan kewirausahaan bidang pertanian berupa satu unit alat perontok padi hingga bantuan tambahan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi balita dalam fase tumbuh kembangnya. Bantuan itu diberikan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing korban.
Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Don Rozano Sigit Prakoeswa memastikan bahwa Kemensos akan membantu para korban TPPO. Dengan begitu, mereka nanti tak mudah tergiur bujuk rayu hingga menjadi korban TPPO. ”Kita akan bantu mereka. Jadi, jangan sampai hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri,” ungkapnya.
Menurut pengakuan Narsisius Madi dan istrinya, sebelumnya mereka pernah bekerja di Bali pada sektor pariwisata selama kurang lebih lima tahun. Namun, pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata lumpuh dan mereka terpaksa kembali ke kampung halaman di Manggarai Timur.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
